17 Ribu Balita Ponorogo Stunting

17 Ribu Balita Ponorogo Stunting

17 Ribu Balita Ponorogo Stunting

No Comments on 17 Ribu Balita Ponorogo Stunting

STUNTING atau keterlambatan tumbuh kembang anak di Kabupaten Ponorogo tercatat dialami oleh 17 ribu anak atau 25 persen anak berusia di bawah lima tahun atau balita dari sekitar 70 ribu balita yang ada. Beberapa langkah akan terus dilakukan untuk mengatasi dan mengantisipasi kondisi ini.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo Rahayu Kusdarini mengatakan, balita stunting bisa ditemui di seluruh kecamatan, baik di pedesaan maupun perkotaan.

“Stunting ini terjadi secara merata, tidak terfokus di satu daerah atau kecamatan saja. Di semua kecamatan ada,” ungkap Rahayu Kusdarini, Rabu (11/4/2018).

Kusdarini mengatakan, stunting bisa dilihat dari tinggi badan anak yang lebih pendek dari tinggi anak-anak seusianya. Ciri lain adalah keterlambatan berpikir atau kecerdasan yang lebih lambat pertambahannya dibanding balita seusianya.

Penyebabnya, kata Kusdarini, sangat beragam. Namun intinya adalah soal asupan gizi dan pola hidup sehat.

“HB rendah saat ibu hamil bisa menghasilkan anak stunting. Maka di 2018 ini kami akan mengintensifkan pembagian kapsul tambah darah kepada bumil (ibu hamil) agar HB-nya tinggi. Kalau maish memungkinkan, akan kita bagikan kepada remaja putri. Ini agar saat mereka menjadi ibu hamil kondisi HB-nya bagus,” terangnya.

Langkah lainnya adalah ajakan untuk terus menerapkan pola hidup sehat dan pola makan sehat melalui Germas atau Gerakan Masyarakat Sehat. Kadinkes meminta warga bisa meningkatkan gizi keluarga dengan mengkonsumsi buah dan sayur dalam jumlah yang cukup.

“Tidak perlu cari buah yang mahal. Buah lokal saja yang harganya lebih terjangkau dan ada di sekitar, itu yang dikonsumsi,” ungkapnya.

Kusdarini juga menekankan perlunya pendewasaan usia pernikahan. Sebab, pernikahan dini akan mendorong munculnya balita stunting. Hal ini karena wanita yang tubuhnya belum siap hamil cenderung akan kurang gizi saat masa kehamilan.

“Kita juga melakukan sosialisasi terus soal ini. Bahkan kita sudah menyiapkan program penyuluhan kepada para calon pengantin perempuan terkait pemenuhan gizi saat hamil,” pungkas Kusdarini. (kominfo/dist)

About the author:

Alamat

themecircle

Tentang Ponorogo

Back to Top