84 Kaleng Makarel Masih Bebas Di Perjualbelikan di Pasaran

84 Kaleng Makarel Masih Bebas Di Perjualbelikan di Pasaran

84 Kaleng Makarel Masih Bebas Di Perjualbelikan di Pasaran

Comments Off on 84 Kaleng Makarel Masih Bebas Di Perjualbelikan di Pasaran

Petugas sedang melakukan sidak makarel di salah satu retail di Kabupaten Ponorogo

Kemarin sempat heboh kasus ditemukannya cacing didalam produk kemasan kaleng ikan makarel di Riau dan berlanjut di kota-kota lainnya. Kali ini Inspeksi Mendadak (Sidak) terkait makanan ikan makarel ini di lakukan di Ponorogo. Sidak dilakukan langsung anggota Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur (Jatim) didua retail di Kabupaten Ponorogo. Hasil dari sidak masih ditemukan ikan kaleng jenis makarel terpajang dietalase toko.

Suharno, Kepala UPT Perlindungan Konsumen rayon Kediri mengungkapkan hasil dari sidak didua retail ditemukan puluhan ikan kaleng jenis makarel yang masih dijual. “Temuan kami didua retail tersebut masih memajang barang-barang yang ditemukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengandung cacing,” ungkap Suharno saat ditemui ponorogo.go.id, Rabu (4/4).

Dalam sidak tersebut Suharno menerangkan pihaknya menyarankan pelaku usaha untuk tidak memperjual belikan produk jenis makarel dan segera mengembalikan produk tersebut ke distributor.

Setelah sidak Suharno ditanya apakah pihaknya melakukan penyitaan? Suharno menegaskan hal itu bukan wewenangnya. Pihaknya hanya sebatas melindungi konsumen. “Kami tidak melakukan penyitaan, juga tidak melakukan pemusnahan karena itu wewenangnya produsen dan yang boleh menarik hanya BPOM,” pungkasnya.

Dalam sidak pada hari ini dua retail tersebut ditemukan 84 buah kaleng ikan makarel yang masih di jual bebas dipasaran. “Sidak kali ini didasari atas temuan BPOM pada tanggal 22 Maret 2018 lalu adanya cacing didalam kaleng ikan makarel, kami menindak lanjuti dengan mengecek langsung di lapangan,” terang Suharno.

Suharno pun berpesan pihaknya meminta media agar menyampaikan kepada masyarakat jangan sampai konsumen menjadi korban. “Media bisa menjadi pemberi informasi terkait produk makanan yang berbahaya, supaya konsumen merasa aman dan nyaman,” pungkas dia.

Berdasarkan data dari BPOM ada 27 jenis ikan makarel yang ditarik oleh BPOM adalah merk ABC, ABT, Ayam Brand, Botan, CIP, Dongwon, Dr. Fish, Farmerjack, Fiesta Seafood, Gaga, Hoki, Hosen, IO, Jojo, King’s Fisher, LSC, Maya, Nago/Nagos, Naraya, Pesca, Pohsung, Pronas, Ranesa, S&w, Sempio, TLC, TSC. (kominfo/fdl)

About the author:

Alamat

themecircle

Tentang Ponorogo

Back to Top