Batik Surya Semi Dari Ponorogo untuk Penobatan Sultan Hadi Wijaya

Batik Surya Semi Dari Ponorogo untuk Penobatan Sultan Hadi Wijaya

Comments Off on Batik Surya Semi Dari Ponorogo untuk Penobatan Sultan Hadi Wijaya

Batik Surya Semi Dari Ponorogo


Lembaga Budaya Jagongan Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) PC. Ponorogo, di lap 16, yang digelar di Ponpes Hudatul Muna Jenes, Ponorogo tema Peeling Tautan Sejarah Wengker Sampai Ponorogo. Di antaranya tahap seniman Teater Budaya Alit, mempertanyakan pesan moral bencana alam ke pasar manis Songgo Langit di atas api. Redirect Script penulis dan sutradara dari adegan teater dengan durasi 30 menit, itu mengakui bahwa pekerjaan yang dilakukan saat ini adalah inspirasi nya menulis Jenggo Aktivis Lesbumi di FB.

“Judulnya tetap sama, yakni Kidung Songgo Langit Cuwa, tapi kita olah dengan berbagai bentuk agar timbul rasa, nges”, ujar Lihan, yang sebagai gawang Produksi dan Pementasan Paguyuban Seni Teater Ponorogo yang pentas 2 bulan sekali di Gedung Kesenian.

Dalam mengupas sejarah tentang Wengker dan Ponorogo, di dahului dengan beberapa Pengantar oleh Abdol Muis, penggiat Lesbumi NU Ponorogo. Di pengantar Tersebut Gus Muis (panggilan akrab – Abdol Muis), menguraikan bahwa sejarah baik itu seni ataupun budaya adalah tonggak membangun Peradaban saat ini.
“Kalau kita lupa sejarah, kita lupa akan asal kita,” tegasnya.

Sementara, Gus Syamsul, atau yang biasa dinpanggil Iblizzull, menyampaikan, sejarah harus jelas sumbernya. Sumber sejarah kita bedakan ada 2, yakni Primer dan Sekunder. Primernya ada pada Prasasti dan serat atau tulisan yang sejamannya. Sedang data skunder adalah penuturan masyarakat dan saksi dari yang pernah melihat dan mendengar juga dari legenda dan babad yang ada.

Sedang sumber yang kita pakai untuk menjelaskan keberadaan Wengker Ponorogo, minimal ada 7 Prasasti. Yakni, Prasasti Karang Patihan, Prasasti Gelang gelang Dolopo, Prasasti Ketro di Ketro Sawoo, Prasasti Setono di Komplek Makam Bathara Katong, Prasasti Condro Geni di Pudak.

“Kesemua prasasti di temukan pada jaman Belanda. Sehingga tidak menutup kemungkinan beberapa bukti telah di bawa di Leden,” ujarnya.
Audiens yang mayoritas dari berbagai Komunitas budaya dari Ponorogo dan luar Kota Ponorogo, terlihat antusias.
Sugiarso, salah seorang penggiat Budaya Jawa, Seni Mocopat UNU Sidoharjo, memberikan tambahan bahwa adanya sejarah Batik Ponorogo yang pernah sempat merajai kerajinan batik. Alangkah baiknya bila Lesbumi membangun terobosan akan hal tersebut.

Gus Samsyul Iblizzul, mengiyakan kalau batik Ponorogo sempat menjadi maskot. Terlebih pada jaman Demak hingga Mataram.
Bahkan, batik Surya Semi yang di pakai untuk Penobatan Mas Karebet menjadi Sultan Pajang dengan Gelar Sultan Hadi Wijaya adalah dari Ponorogo.

“Mas Karebet atau Jaka Tingkir, mencari batik dimana mana tak ada yang menarik. Baru setelah melihat batik Ponorogo, cocok. Dan itu karya kerajinan Pak Surya Semi, yang makamnya di komplek Makam Bathara Katong. Maka batiknya di kenal dengan Batik Surya Semi,” terang Gus Syamsul.
Dalam batik surya semi, coraknya mirip dengan corak Surya Majapahit. Sehingga menurut Gus Syamsul, corak itu melambangkan diri Mas Kerebet adalah Putra Pewaris Majapahit.(Kominfo)

Please follow and like us:
0

About the author:

Tags:

Alamat

themecircle

Tentang Ponorogo

Back to Top