Berburu Lailatul Qodar

Berburu Lailatul Qodar

Comments Off on Berburu Lailatul Qodar

Suasana menyambut Malam Lailatul Qodar di Masjid dan Makam hasan Besari Tegalsari

Malam Lailatul Qodar, adalah malam yang lebih mulia dari pada seribu bulan. Malam tersebut menurut pandangan para ulama jatuh pada 10 malam terakhir pada bulan Ramadhan. Terutama malam malam ganjil. Yaitu malam 21, 23, 25, 27, dan malam 29. Pada malam itulah keyakinan umat Islam turunnya malam Lailatul Qodar.

Pada malam-malam ganjil tersebut, banyak umat Islam yang menggunakannya untuk nermunajat kepada Allah. Ada yang nderes Qur’an hingga berdiam diri di dalam masjid dengan memohon ampunan dan hajat pada Allah.

Masjid Jami’ Tegal Sari adalah salah satu masjid tua, yang ada di Desa Tegal Sari Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo. Masjid ini didirikan oleh Kiai Ageng Muhammad Besari, yang merupakan siswa dari Kiai Donopuro. Masjid ini tergolong masjid yang paling banyak dipakai bermunajat kepada Allah, pada malam ganjil di 10 malam terakhir di bulan Ramadhan.

Meski masih malam ke 20 (15/06), telah banyak para pengunjung untuk bermunajat dari luar kota berdatangan. Dan merelakan diri menginap di Masjid Tegal Sari untuk i’tikaf, bermunajat pada Allah.

Sukardi salah satu pengunjung , mengaku setiap tahun datang Ke Tegal Sari untuk berjamaah sholat Laylatu Qodr. Menurut Sukardi dari Trenggalek, dengan i’tikaf dan turut jamaah sholat laylatul Qodar.

“Saya memilih Tegal Sari sebagai i’tikaf, masjid ini memiliki karomah dan berkah,” ujar Kardi. Selain itu dengan i’tikaf di Masjid Tegal Sari, hati terasa nyaman dan lebih tenang.

Sedangkan menurut Imam Hambali, tiap malam ganjil jama’ah sholat hingga meluber Ndaleman Kiai Ageng Besari. Maka di tiap tahun, Takmir Masjid memasang terop di halaman masjid. Sehingga kalau melubernya jamaah, semua sudah diperaiapkan.(Kominfo)

Please follow and like us:
0

About the author:

Tags:

Back to Top