Dana On Call 2018 Turun 3 Kali Lipat Dari Tahun Lalu

Dana On Call 2018 Turun 3 Kali Lipat Dari Tahun Lalu

Dana On Call 2018 Turun 3 Kali Lipat Dari Tahun Lalu

Comments Off on Dana On Call 2018 Turun 3 Kali Lipat Dari Tahun Lalu

Penyediaan dana tak terduga atau yang biasa disebut dana on call oleh Pemerintah Daerah (Pemda) tahun ini menurun jauh jika dibandingkan tahun 2017 lalu. Dana on call Pemda Ponorogo menurun 7 Miliar dari tahun 2017. Pada tahun 2017 Pemda Ponorogo mengalokasikan 10 Miliar Rupiah.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Ponorogo Bambang Tri Wahono menyebut tahun ini pihaknya hanya mengalokasikan dana tersebut sebesar Rp 3 miliar. ‘’Kalau pun ada lebihnya hanya sedikitlah,’’ kata Bambang Tri Wahono, Senin(26/3).

Pada tahun 2017 lalu, Bambang mengungkapkan pemerintah daerah mengalokasikan dana on call sebesar Rp 10 miliar. Atau tiga kali lipat lebih jika dibandingkan besaran di tahun anggaran 2018 ini. Mengenai alasannya, Bambang menyebut karena selama ini dia menilai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait ogah-ogahan memanfaatkan dana tak terduga itu. ‘’Hanya kegiatan yang bersifat umum saja biasanya mereka mau memanfaatkan dana ini,’’ terangnya.

Sedangkan untuk kegiatan khusus, misalnya pembangunan infrastruktur OPD terkait lebih memilih menggunakan dana reguler pada instansi tersebut. Yang menggunakan sistem lelang maupun penunjukan langsung untuk pelaksanaannya. Baru jika ada kegiatan non fisik mereka akan mengambil dana yang sudah tersedia setiap saat tersebut. Karena itu, dia mengaku sengaja hanya mengalokasikan dana tak terduga itu lebih sedikit untuk tahun ini. ‘’Sudah masuk APBD induk tahun ini,’’ sebutnya.

Bambang juga mengungkapkan penggunaan dana on call sepanjang tahun 2017 lalu terserap sekitar Rp 8 miliar. Atau hanya kurang sekitar Rp 2 miliar dari total yang dianggarkan pemerintah daerah. Menurutnya, besarnya penggunaan tahun lalu itu juga tidak bisa dijadikan ukuran penentuan dana on call saat ini. Sebab, tahun lalu penggunaannya mencapai Rp 8 miliar lebih karena di Ponorogo terjadi tanah longsor terutama di Banaran, Pulung. ‘’Kebutuhannya banyak mulai dari perbaikan akses, sosial, kesehatan dan sebagainya,’’ paparnya.

Pihaknya juga tidak bisa memprediksi apakah di tahun ini akan ada kebutuhan mendadak yang begitu besar seperti yang lalu. Bambang hanya menyebut jika memang nanti kebutuhan meningkat dan dana tak terduga yang disediakan tidak mencukupi bisa ditambah lagi. Bahkan tidak perlu menunggu perubahan alokasi keuangan (PAK), jika pemerintah daerah menghendaki dana tersebut bisa ditambah setiap saat. (kominfo/fdl)

About the author:

Alamat

themecircle

Tentang Ponorogo

Back to Top