Free Flight Di Gemari Anak Muda

Free Flight Di Gemari Anak Muda

Comments Off on Free Flight Di Gemari Anak Muda
Ponorogo – Kalau kita jalan jalan di hari bebas motor pada hari Minggu di Jalan Suro Menggolo, cobalah sejenak melihat beberapa anak muda yang berkumpul di Lapangan Panahan. Anak anak muda tersebut membawa beberapa ekor burung. Ada beberapa burung kicau dan burung hias bertenggar di tangan dan di pundak anak anak muda itu.
Reyog Free Flight, demikian mereka menamakan komunitasnya. Komunitas tersebut khusus melatih dan mencintai burung.
“Burung ini tidak kita taruh di sangkar saja. Tapi kita biarkan terbang dan nanti kembali sendiri,” terang Doby Taufan, Koord Reyog Free Flight (RFF).
RFF kini telah diikuti oleh Pecinta Burung Free Fligt tidak kurang dari 40. Dan setiap Minggu mereka berlatih di Lapangan Panahan.
“Setiap acara berlatih, satu orang bisa membawa 3 burung. Bahkan bisa lebih,” ujar Doby.
Memang hobi satu ini bisa di bilang unik. Namun juga bisa dijadikan sarana agar anak anak lebih mengenal burung.
“Setiap jenis burung, memiliki tingkat kecerdasan sendiri. Karena itu cara melatihnya juga kita harus lebih dulu mengenal jenis burung dan tingkat kecerdasannya,” terang Doby sambil menerbangkan burung love birdnya. Tak lama kemudian burung itu kembali pada jari tangannya.
Doby menyarankan melatih burung lebih baik dari usia kecil. Sehingga kita lebih banyak berinteraksi dengan burung tersebut.
Makan dan minumpun dimulai dengan kita yang memberikan. Bisa pakai biting kecil untuk memasukkan makanan pada mulut burung kecil. Baru kalau keluar sayap kita latih keluar sebentar.
“Dengan begitu burung akan bisa bergantung dengan pemeliharanya”, lanjutnya.
Sebab menurut Doby, sebetulnya Free Flight menciptakan burung piaraan tergntung dan butuh kita.
Sedangkan untuk melatih terbang pada burung, semula dengan jarak yang dekat. Baru kita buat agak jauh.
“Intinya melatih burung harus dengan telaten dan saba,” tegas Doby.
Please follow and like us:
0

About the author:

Back to Top