Imam Puro I Cikal Bakal Suko Sari

Imam Puro I Cikal Bakal Suko Sari

No Comments on Imam Puro I Cikal Bakal Suko Sari

Imam Puro I

Desa Sukosari merupakan sebuah Desa yang terletak di Kecamatan Babadan. Sukosari memiliki 6 Pedukuhan, yakni Dukuh Tular, Dukuh Danyang, Dukuh Krajan, Dukuh Bangun Sari, Dukuh Demung dan Dukuh Gelang. Desa Sukosari,  merupakan perjuangan Kiai Imam Puro I, yang masih kerabat dekat bahkan boleh dikatakan keturunan Tegalsari, Jetis Ponorogo. Yakni Kiai Ageng Muhammad Besari.

Awal kali datang ke wilayah Sukosari Kiai Imam Puro I disertai 7 orang santri. Kedatangannya dalam rangka berupaya untuk menyebar luaskan agama Islam.

“Perjuangan beliau tentu penuh tantangan. Karena mayoritas penduduk waktu itu beragama Hindu dan Buda,” begitu penuturan Hudaya, pemerhati Sejarah Desa Sukosari.
Namun, menurut Hudaya, karena keuletan dan ketekunan dalam berdakwah masyarakat perlahan lahan banyak yang mengikuti agama Islam. Setelah banyak masyarakat yang memeluk agama Islam, barulah membuka lahan hutan.

“Lahan tersebut dijadikan pemukiman, pertanian yang selanjutnya mendirikan masjid dan pesantren,” tegasnya.
Maka, setelah Kiai Imam Puro I wafat digantikan oleh putranya yang kemudian di sebut Kiai Ageng Imam Puro ll.

“Dan perjuangan penyebaran Islam di Sukosari, ketokohannya secara berurutan digantikan putra turun Kiai Imam Puro l,” terang Hudaya.

Pada masa kepemimpinan Putra Kiai Ageng Imam Puro ll adalah masa keemasan. Sebab perjuangan islam tentu sudah banyak pengikut. Pun banyak dari wilayah luar yang mengetahui keberadaannya.

Sehingga pada masa Kiai Ageng Imam Besari atau Putra Imam Puro II ini banyak pendatang dari luar Desa yang berdatangan untuk sekedar belajar ilmu agama. Diantaranya ada yang dari Magelang, Purworejo dan Banten.

“Bahkan sampai ini saat, yang menetap di sekitar masjid Imam Puro, masih keturunan santri dari luar daerah tersebut,” terang Hudaya.

Hal itu tidak mengherankan, karena Kiai Ageng Imam Besari yang merupakan cucu Kiai Imam Puro l namanya juga kesohor. Sebab Kiai Ageng Imam Besari berjasa besar pada Mataram. Karena berkat jasa Imam Besari ini pemberontakan China mampu dikalahkan.

Karena jasanya itu, maka Kiai Ageng Besari, di beri hadiah besar dari Mataram. Yakni Putri Susuhunan yang kemudian dijadikan istrinha dan diberi gelar Raden.

Karena itulah, hingga saat ini banyak peziarah yang berdatangan dari wilayah Solo dan sekitar untuk berdo’a di Makam Kiai Imam Puro.

“Bisa jadi mereka masih ada garis turun atau saudara dari Keluarga Kiai Imam Puro atau Kiai Ageng Imam Besari. Kalau tidak demikian ya sekedar Ngalab Barokah,” tutur Hudaya.

Bahkan menurut Hudaya yang dibenarkan beberapa orang, banyak peziarah datang ke Makam Kiai Imam Puro yang terletak di belakang Masjid Jami’ Imam Puro, untuk berdoa kepada Allah, dalam mendapatkan derajat dan jabatan

“Kalau dihitung, tiap tahun kurang lebih ada 1000 peziarah dari berbagai daerah,” tegas Hudaya.  (Kominfo)

Please follow and like us:
0

About the author:

Alamat

themecircle

Tentang Ponorogo

Back to Top