Jadah Uran, Nikmat Selagi Hangat

Jadah Uran, Nikmat Selagi Hangat

Comments Off on Jadah Uran, Nikmat Selagi Hangat

PONOROGO – KULINER, Jadah Uran, begitu orang menyebut nama makanan yang satu ini. Makanan ini sering kita jumpai di warung kopi. Cara mengemasnya sederhana dan sangat tradisional. Yaitu, jadah uran di bungkus dengan daun pisang dan dibitingi.

Dengan tampilan yang demikian, jadah uran ini tetap berani tampil dengan makanan makanan lain yang produksi dari pabrik modern. Seperti, roti, krupuk yang di kemas dengan merk dagang. Jadah uran tetap tampil dengan menyabet pelanggan tersendiri.

Bahkan salah satu warung Kopi di Jl. Sekar Putih Timur, Jadah Uran seharinya bisa habis 30 bungkus bahkan kadang mampu mencapai 40 bungkus.

Ini membuktikan bahwa makanan tradisional tidak kalah dengan makanan pabrikan.
Iran yang merupakan pelanggan kopi, dirinya sangat menyukai Jadah Uran. Menurutnya jadah uran ini merupakan menu sarapan tersendiri.

“Jadah Uran merupakan makanan sejak dulu. Dan bagi saya rasanya gurih, asin. Dan lebih nikmat lagi di makan selagi hangat lauknya tempe goreng,” ujar Iran salah satu pengunjung warung warung kopi.

Jadah Uran di Bumbui Dulu
Meski masakan ini adalah masakan tradisional Jawa, tapi jarang yang tahu cara memasaknya. Terlebih generasi saat ini, kebanyakan tidak tahu cara mengolah masakan jadah uran.

Cara membuat olahan Jadah Uran ini agar terjaga rasa gurihnya, ternyata ada rahasia tersendiri. Yaitu cara dan sistem menanaknya. Bumbu dapur, garam dan daun salam diikutsertakan dalam merebus ketan. Sehingga menjadi karon yang siap ditanak hingga matang. Setelah matang agak hangat kuku baru di bungkus daun pisang dan di taburi kelapa yang telah di parut. Dengan kegitu jadah uran tetap terjaga rasa gurihnya. (Kominfo)

Please follow and like us:
0

About the author:

Back to Top