Kiai Dono Puro dan Masjid Baiturrohman

Kiai Dono Puro dan Masjid Baiturrohman

Comments Off on Kiai Dono Puro dan Masjid Baiturrohman

Masjid Baiturrohman Tegalsari

Jetis – Tegal Sari, selain memiliki Masjid tua yang di dirikan sekitar Abad ke 17 an yaitu Masjid Jami’ Tegal Sari oleh Kiai Ageng Muhammad Besari atau Mbah Ageng, ternyata memiliki Masjid yang lebih tua lagi. Baiturrohman, demikian nama Masjid tersebut. Masjid itu didirikan oleh Kiai Dono Puro, Kiai Wongso Puro, Kiai Noyo Puro pada tahun 1600 M.

“Kiai Dono Puro, adalah guru dari Mbah Ageng Besari,” tutur jama’ah Masjid ketika di tanya, tentang siapa Kiai Dono Puro.
Sedangkan silsilah Kiai Dono Puro adalah:
Donopuro adalah putra Prabu Ratmojo putra Pangeran Kabu putra dari Pangeran Sumendhe yang babad desa Setono. Pangeran Sumendhe adalah putra S. Muhammad Hidayatullah alias Sunan Pandan arang II alias Sunan Tembayat, yang meninggal dan dimakamkan di Mbayat Klaten Yogjakarta.
Pangeran Sumendhe mempunyai anak K. Pangeran Kabu mempunyai anak K. Prabu Ratmojo mempunyai tiga orang anak :
1. K. Ageng Donopuro
2. K. Ageng Noyopuro
3. Ny. Mukminah
(Sumber, My Dock.blogspot.com, dan sumber lain).
Meski dari luar tidak nampak kesan kunonya, tapi tiang penyangga masjid yang di dalam menunjukkan, bahwa masjid tersebut sudah berusia lama.
Bahkan menurut cerita, dulu di utara Masjid Baiturrahman berdiri Pondok Pesantren. Tapi karena sudah rusak, Pondok tersebut di bongkar, sekitar tahun 1982an.
Namun meski tua, Masjid ini belum banyak yang mengunjungi, seperti Masjid Tegal Sari.
Sedang menurut keterangan masyarakat, Kiai Dono Puro, dan Kiai Wongso Puro, Kiai Noyo Puro yang dianggap pendiri masjid tersebut dimakamkan di komplek makam belakang masjid. Selain ketiga kiai di belakang masjid Baiturrohman, juga ada makam Pengeran Sumendhe.(Kominfo)
Please follow and like us:
0

About the author:

Back to Top