Lesbumi NU Menyoal Medsos dan Hoax

Lesbumi NU Menyoal Medsos dan Hoax

Comments Off on Lesbumi NU Menyoal Medsos dan Hoax

Jagongan Budaya Kominfo Ponorogo bersama Lesbumi NU dan Polres Ponorogo

Ponorogo – Kemajuan jaman dalam pekembangan perkomunikasian tidak bisa kita pungkiri. Maka lajunya informasi dan komunikasi ini kali, dengan didukung oleh kemajuan ilmu tehnologi dan perkembangannya, adalah beriringan dengan kebutuhan manusia. Perkembangan ilmu tehnologi dan kemajuan arus informasi tentu muncul berbagai dampak. Baik itu dampak positif dan juga dampak negatif.
“Kalau dulu kita kesulitan dalam kabar kabaran melalui surat yang butuh waktu 10 hari atau yang luar negeri butuh waktu 1-3 bulan kini, kita bisa satu detik beri kabar yang ada di belahan dunia,” tutur Jenggo perwakilan Lesbumi Ponorogo dalam menyampaikan Prolog, Jagongan Budaya dengan Tema Bagimu (P!ng), dengan menyoal Medsos dan hoax, Jumat, 21 April 2017 Malam di Tempat Pengelolaan Sampah Tonatan (TPST).
Jagongan Budaya Lesbumi NU pada putaran ke 14, selain brokohan ngetoni Lesbumi NU yang ke 55 tahun, juga sebagai sarana memberikan alternatif bagi masyarakat untuk memberikan wacana tentang Medsos dan Hoax.
Jagongan Budaya putaran ke 14 ini, Lesbumi mendatangkan Nara Sumber dari Dinas Kominfo dan Statistik, Kepolisian Resort Ponorogo, Dari unsur budaya Lek Ham dari Jombang yang merupakan adik kandung dari Cak Nun, Abdul Muis dari penggiat Lesbumi.
Abdul Muis, yang juga gemar bermedsos, menjelaskan bahwa hoax itu adalah berita pewarta palsu. Dan ulah semacam ini harus dijauhi oleh kita. Sebab, menurut Abdul Muis, hoac ini adalah perbuatan Iblis.
“Adam berpindah tempat dari Syurga, menuju bumi ini karena termakan hoacnya iblis,” tegas Abdul Muis.
Begitu kejamnya tipu daya hoac. Sehingga kalau tidak hati hati masyarakat akan kena dampak dari hoac yang tentunya akan merugi dalam Medsos.
Untuk tidak ikut termakan Hoax, Ranto yang mewakili dari Dinas Kominfo dan Statistik Kabupaten Ponorogo, membeberkan, Masyarakat dalam hal ini harus bisa memfilter isue dari Media Sosial. Baik itu FB, Tweeter, IG, Blog, Google + atau apa saja.
Maka untuk menyikapi hal tersebut, kita harus melihat beberapa hal, seperti, Apa info yang disebarkan kita harus tahu sumber informasinya.
“Alamat blog atau alamat web harus kita lihat,” tambah Ranto.
Sedangkan dari pihak kepolisian resort yang wakili oleh, Tulus Triono, juga menyampaikan agar kita tetap berhati hati pada bermedsos. Pihak kepolisian pun juga turut memberikan pengawasan pada akun atau alamat medsos. “Terutama akun yang dipandang berbahaya, bagi keselamatan bersosial dan bernegara,” terang Tulus Triono.
Lain lagi dari Budayawan Jombang, Lek Ham, yang mengajak para yang hadir di Jagongan Budaya Lesbumi NU, untuk bermedsos, dengan menyebarkan kebaikan, menimbulkan motivasi pada para pembaca. Budayawan yang juga adik kandung Emha Ainun Najib, ini memandang, bahwa Media Soasial adalah merupakan alat untuk bersosial. Tapi, kadang pengguna medsos mengutamakan alat dari pada bersosialnya.
Pembeberan Medsos dan Hoak dalam tema Bagimu (P!ng) ini mendapatkan antusias dari para penggemar Budaya yang terhimpun dari berbagai komunitas Budayawan NU. Diantaranya, muncul tanggapan dari Syamsul dari Komunitas Budaya dan pengkaji Sejarah Debog Wengker. Membeberkan adanya hoax dalam sejarah Wali Songo yang juga perlu diluruskan. (Kominfo)
Please follow and like us:
0

About the author:

Alamat

themecircle

Tentang Ponorogo

Back to Top