Ngopi Itu Rekreasi

Ngopi Itu Rekreasi

Comments Off on Ngopi Itu Rekreasi
Ponorogo- Ngopi boleh dikatakan sebuah tradisi bagi warga Ponorogo. Maka tak heran bila banyak warung kopi di Ponorogo. Di pinggir jalan trotoar, bila malam tiba akan berubah warna, menjadi deretan tenda-tenda yang menawarkan minuman kopi, teh, es dan makanan ringan hingga nasi bungkus yang disebut nasi jotos atau nasi kucing.
“Disebut nasi jotos karena sebesar genggaman tangan, nasi kucing karena sekenyangannya kucing,” ujar pembeli.
Warung warung tenda tersebut bila larut malam akan di bongkar, dan kembali bersih seperti semula.
Semua warung menawarkan kenyamanan bagi pelanggan. Ada yang menyediakan skak, gitar, dan fasilitas lain yang membuat pelanggan betah berlama lama disitu. Tentunya dengan harapan mereka mau minum dan ambil jajan yang tersedia di warungnya.
Selain warung tenda, juga banyak bermunculan warung warung yang permanen di Ponorogo. Bahkan tidak sedikit rumah atau rumah pertokoan (ruko) yang kemudian disulap menjadi warung kopi. Seperti Jalan Basuki Rahmat, salah satu kedai kopi menempati rumah. Dan jajaran ruko di tanah Kodim, ada yang berubah menjadi warung kopi.
“Memang, mau cari pekerjaan kan sulit di Ponorogo, maka untuk sekedar survival mereka banyak yang membuka warung kopi,” jelas Muis penggiat budaya dan hobi nongkrong si Warkop Ruko Terminal Tambak Bayan.
Sedangkan warung warung yang tidak bongkar pasang, banyak yang menyediakan fasilitas free wifi.
“Ini hanya alat untuk menarik pelanggan saja, Mas,” Ujar Nia salah satu pengelola Warung Kopi di samping stadion. Meski warung PKL dirinya, juga menyediakan fasilitas free wifi.
“Ya, dengan adanya wifi, jumlah pelanggan kita bisa naik,” ujar Nia.
Kenaikan jumlah pelanggan yang ada di Warungnya, memang belum begitu besar. Targetnya bulan pertama pasang wifi pokok bisa nutup kebutuhan warung dulu.
“Ya untuk bayar wifi, untuk bayar listrik. Karena ini semua kita baru pasang,” terang Nia.
Lain Nia, lain pula shodikin. Pemilik Warkop yang ada di Ruko Sub Terminal Tambak Bayan. Dirinya sejak buka pertama sudah menyediakan fasilitas free wifi. Dari total kebutuhan, dan belanja menurut Shodiqin masih ada sisa.
“Dan sisa tersebut tentunya laba, bukan?” jelas Shodiqin sambil tertawa.
Sebetulnya menurut Krista, penghobi kopi di Ponorogo mempunyai karakter yang berbeda beda. Mereka tidak sekedar butuh fasilitas saja. Pelanggan juga membutuhkan kenyamanan. Maka selain memberikan fasilitas, seperti catur, karambol, wifi, pemilik warung juga harus bisa menjamin tempat yang nyaman.
“Tempat nyaman ini tidak harus mewah, bisa rindang dengan pohon disekelilingnya dan tidak terganggu saat ngobrol,” ujar Krista.
Sebab menurutnya penggemar kopi Ponorogo ini banyak yang ngopi di warung dengan komunitas dan membangun komunitas. Artinya mereka selalu dengan komunitasnya yang seirama dan bertemu dengan komunitas lain yang hampir seirama dan tercipta komunitas baru,” ujarnya.
Dengan begini ngopi bagin penghobi kopi di Ponorogo adalah bisa menjadi ajang rekreasi tersendiri.
Please follow and like us:
0

About the author:

Back to Top