Pentas Rutin PSTP Sarana Menempa Karya

Pentas Rutin PSTP Sarana Menempa Karya

Comments Off on Pentas Rutin PSTP Sarana Menempa Karya

Pentas Rutin PSTP Sarana Menempa Karya (Kominfo/Jgo)

Ponorogo – Senja yang cerah ada pada nuansa Kota Ponorogo, hari itu (Sabtu-22 Juli 2017). Nampak anak anak muda berbuat aneh aneh di Gedung Kesenian (Padepokan Reyog) di Jalan Pramuka. Dikatakan aneh, karena mereka sesekali berteriak, sesekali bernyanyi, bahkan ada yang seolah olah menangis.

Selang beberapa menit, serombongan mobil membawa peralatan lampu lighting panggung lengkap. Yang membuyarkan beberapa anak muda yang tadi berteriak teriak di luar Gedung Kesenian. Ternyata di Panggung dalam Gedung Kesenian telah tertata panggung untuk sebuah pementasan.

Menurut Hendro Sutanto yang akrab di panggil Ndruwo, anak muda yang berteriak dan berakting di luar Gedung adalah para aktor dan artis yang siap untuk manggung malam itu. Ndruwo yang merupakan Ketua Perkumpulan Teater atau Paguyuban Teater menjelaskan bahwa, PSTP bermitra dengan Pemkab melalui Dinas Pariwisata mengadakan Pementasan rutin tiap 2 bulan sekali di Gedung Kesenian tersebut.

Pada, Sabtu, 22 Juli 2017 yang mendapat Jatah Pentas adalah Teater PSTP dan Teater Kiai Warok yang merupakan Teaternya Lesbumi Ponorogo. Teater PSTP malam itu mengambil judul Ampak Ampak Tanah Perdikan. Sedangkan Teater Kiai Warok yang berinduk di bawah Lesbumi mementaskan naskah lama Trah yang ditulis oleh Sumono (almarhum) salah satu pioner Kiai Warok dan merupakan tokoh sastrawan Jawa.

Hendro Ndruwo yang merupakan mengadaptasi naskah dan menjadi Sutradara dalam Pementasan Kiai Warok, mengemukakan bahwa, mengambil naskah tersebut untuk diangkat, karena ingin mengenang Sumono Sandi Asmara.
‘Biar kita ingat yang tua dan terus berkarya,” ungkapnya.

Kiai Warok yang sejak berdiri lebih dari 10 tahun meski sempat mengalami kevakuman kini mengadakan gebrakan, dengan mengambil generasi anak anak usia SD.

Pementasan naskah yang telah diadaptasi ini mengambil lakon Ampak Ampak Pengasihan atau Dumadine Belik Bacin.
“Teater Kiai Warok sejak dulu adalah Teater berbasis Tradisi dengan mengangkat Basa Jawa,” terang Ndruwo yang merupakan angkatan pertama Sanggar Kethoprak Teater Kiai Warok.(Kominfo)

Please follow and like us:
0

About the author:

Back to Top