Suko Sewu Bekas Persembahyangan Hindu

Suko Sewu Bekas Persembahyangan Hindu

Comments Off on Suko Sewu Bekas Persembahyangan Hindu

Nampak Bekas Tempat Sembahyang umat Hindu Suko Sewu

SUKOREJO – Suko Sewu adalah lahan tanah yang penuh dengan tumbuhan pohon Suko. Menurut masyarakat setempat, lahan tersebut adalah bekas tempat untuk menambatkan kuda R. Bathara Katong dan para pasukannya, saat datang.

“Karena jumlah pohon Suko jumlahnya sewu, maka daerah disebut Suko sewu,” papar Mbah Maikun yang rumahnya disebelah lokasi.
Sedangkan Mbah Saikun, juga menuturkan bahwa pada tahun 1950 an tempat tersebut dipakai oleh umat Hindu Dharma. Mereka membakar dupa. Sedang berapa bulan sekali sembahyangan umat Hindu melaksanakan semnahyang di Suko Sewu tidak begitu si ingatnya.
Melihat ciri peninggalan yang tersisa, bisa dikatakan benar, bahwa lokasi tersebut adalah tempat sembahyangan umat Hindu.
Peninggalan yang tersisa adalah yoni yang otang mengatakan lumpang, lempengan batu dengan 2 lubang bisa dikatakan untuk penempatan arca, dan ada batu yang terpendam di dalam tanah. Selain itu ada beberapa masyarakat yang menjelaskan bahwa di tempat itu dulu ada batu alu besar yang bisa dipastikan yoni. Ciri semacam itu adalah tempat pemujaan Hindu Syiwa yang banyak dianut oleh Majapahit.
Sedangkan batu lumpang atau yoni yang ada ditempat itu sudah pecah dan rusak. Kerusakannya tidak jelas dirusak atau rusak oleh jaman.
Pada penampang atas Yoni terdapat lubang berbentuk bujur sangkar yang berfungsi untuk meletakkan lingga. Pada sekeliling bagian atas yoni terdapat lekukan yang berfungsi untuk menghalangi air agar tidak tumpah pada waktu dialirkan dari puncak lingga.
Dan pada ciri-ciri yang tersisa di Sukorejo, masih nampak semua perangkat yoni. Sedangkan bagian bagian yoni tersebut, nala (cerat ), Jagati, Padma , Kanthi, dan lubang untuk berdirinya lingga atau arca .
Dari sini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa, temoat tersebut sisa persembahyangan Hindu (Kominfo)
Please follow and like us:
0

About the author:

Alamat

themecircle

Tentang Ponorogo

Back to Top