Tanah Retak Dayakan Badegan Balai Jadi Posko Bantuan, Warga Mulai Mengungsi

Tanah Retak Dayakan Badegan Balai Jadi Posko Bantuan, Warga Mulai Mengungsi

Comments Off on Tanah Retak Dayakan Badegan Balai Jadi Posko Bantuan, Warga Mulai Mengungsi

PONOROGO, (BADEGAN) – Tak ingin peristiwa serupa yang terjadi di desa Banaran Pulung, antisipasi dini telah dilakukan para warga dan perangkat desa Dayakan kecamatan Badegan terkait dengan telah terjadinya gejala awal tanah longsor di desanya. Pihak atau instansi terkait, yakni BPBD pun juga demikian. Mulai mengantisipasi sejak dini jika kemungkinan terburuk melanda.

Saat ini, retakan tanah telah nampak begitu mengkawatirkan. Sehingga membuat tanah lantai hingga dinding rumah beberapa warga retak dan berlubang menganga cukup lebar. Khususnya yang menimpa dusun Watuagung. Bahkan satu sekolah TK setempat dindingnya telah retak dan menganga lebar di dua sisi dindingnya, yaitu bagian belakang dan samping. Di luar itu, akses jalan utama menuju dusun tersebut, terdapat satu titik longsor yang membuat jalan tergerus dan bertambah sempit.

Hari ini, Jumat, (07/04) balai desa Dayakan telah menjelma menjadi posko bantuan dan pengungsian. Satu tenda darurat dari BPBD telah disiagakan. Bahkan dapur umum juga telah dibuat di samping balai desa. Logistik bantuan bahan makanan dan minuman juga telah berdatangan dari berbagai pihak, selain dari Dinas Sosial yang lebih dulu di drop ke lokasi.

Sebagaimana disampaikan oleh Bibit,Kaur Pemerintahan desa setempat, bahwa mulai Rabu dan Kamis kemarin, warga yang berada di titik lokasi rawan longsor telah mulai mengungsi. Khususnya jika terjadi hujan atau ketika malam tiba. “Pendataan kami, saat ini beberapa warga telah mulai bergerombol mengungsi ke tempat atau rumah warga lainnya yang lebih aman. Pendataan lapangan kami menyebutkan bahwa setidaknya terdapat tujuh rumah warga yang dijadikan rumah bersama pengungsian. Walau lokasinya juga masih di dusun tersebut,” terang Bibit yang juga didampingi Camat Badegan, Susanto.

Selanjunya Susanto juga menunjukkan data jumlah rumah yang terdampak retakan tanah ini yang sejumlah 86 rumah. Dengan jumlah penghuni atau warga sebanyak 293 orang.

“Rabu malam warga ada yang mendegar suara bergemuruh seperti mau longsor. Keretakan tanah di beberapa lokasi juga sudah sedemikian lebar dan dalam. Tak ingin bencana longsor dahsyat di desa Banaran Pulung terjadi, maka mulai kemarin memang telah dilakukan langkah-langkah antisipasi seperti yang telah terlihat sore ini,” terang Camat Susanto.

Diteruskannya bahwa sejak dua hari terakhir, baik dari Dinas Sosial hingga BPBD Ponorogo telah selalu datang ke Dqyakan untuk memantau perkembangan. Sementara untuk pemantauan rutin titik-titik retakan dan rawan longsor, telah selalu dilakukan oleh warga, perangkat hingga aparat kepolisian dan koramil. (Kominfo)

Please follow and like us:
0

About the author:

Back to Top