Topeng Kreatif Dari Pemuda Ponorogo

Topeng Kreatif Dari Pemuda Ponorogo

Topeng Kreatif Dari Pemuda Ponorogo

Comments Off on Topeng Kreatif Dari Pemuda Ponorogo

Toni memamerkan karyanya

Pemuda kreatif bernama Toni Wijaya (27 tahun), pemuda yang sering disapa dengan nama Toni. Sejak sepuluh tahun lalu pemuda asal Kelurahan Ronowijayan, Kota Ponorogo ini menggeluti bisnis pembuatan topeng bujang ganong.

Usia boleh terbilang masih muda, tapi semangat dalam berkarya pemuda satu ini sangat diacungi jempol. Sehari-hari ia bergelut dengan kayu, palu, serta alat pahat lainnya. Suara bising dari pukulan antara palu serta alat pahat selalu menjadi teman dikala Ia membikin Kerajianan Topeng bujang Ganong.

Disamping sebuah rumah di Jl. Pramuka Gg. 4 terdapat tumpukan balok kayu yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan topeng Bujang Ganong. Selain itu, di belakang rumah terjajar beberapa biji rambut ekor sapi dan kuda yang sedang di jemur. Dari kejauhan terdengar suara orang memahat, dan setelah dihampiri tenyata ada seorang pemuda yang sedang asyik memahat balok kayu. Disampinya tempat kerjanya telah terdapat beberapa rangka kayu topeng bujang ganong yang selesai ia pahat. “Maaf mas tempatnya kotor. Ini sedang sibuk menyelesaikan beberapa pesanan topeng,” ungkap pemuda berusai 27 tahun itu.

Toni melukis Topeng Bujang Ganongnya

Siang itu Toni sedang menyelesaikan proses pembuatan rangka topeng bujang ganong. Sebuah pisau dan alat pahat mendampingi Toni. Dengan telaten, tangannya lincah mengukir kayu yang sudah ia potong sepanjang 20 cm. Kayu tersebut sebelumnya sudah ia beri pola dengan spidol berwarna merah. Setelah selesai mengukir, proses selanjutnya adalah menghaluskan bakal topeng tadi menggunakan amplas.

Bisnis topeng bujang ganong yang digeluti Toni ini tak lain karena kecintaannya terhadap Kesenian Reyog. “Awalnya iseng saja membuat topeng untuk adik saya sendiri, namun ternyata banyak yang minat dan memesan,” ungkap Toni sambil tertawa kecil.
Namun tak mudah baginya dalam mengembangkan bisnisnya. Banyak suka dan dukanya, “Ya kendalanya untuk sekarang ini adalah bahan bakunya, mulai kayu dan ekor sapi ataupun ekor kuda yang mulai sulit” ungkap Toni.

Kayu dalam pembuatan Topeng bujang ganong ini terbilang spesifik untuk bisa diukir dan dibuat topeng, “Terdapat dua jenis kayu yang bisa di buat yaitu kayu kenanga dan kayu dadap,” ujar Toni
Dalam mencari bahan baku kayu tersebut Toni rela blusukan ke desa-desa yang ada di wiliyah Ponorogo. Dalam proses pengerjaannya Ia masih menggunakan cara manual dan dikerjakan secara mandiri. Dalam waktu 4 hari Ia dapat menghasilkan 20 topeng bujang ganong yang siap diedarkan ke beberapa pasar di Ponorogo dan sekitarnya. Selain dipasarkan secara local, beberapa hasil karyanya dipasarkan juga ke manca negara.

Harga topeng hasil karya Toni ini masih dibilang cukup terjangkau. Untuk topeng bujang ganong ukuran standart ia membandrol dengan harga Rp. 50.000,-. Harga tersebut akan naik sampai ratusan ribu jika bentuknya semakin rumit dan rambut yang digunakan adalah rambut dengan kualitas baik. (kominfo/fdl)

About the author:

Alamat

themecircle

Tentang Ponorogo

Back to Top