Tradisi Yatiman 10 Muharam Masyarakat Ponorogo

Tradisi Yatiman 10 Muharam Masyarakat Ponorogo

Comments Off on Tradisi Yatiman 10 Muharam Masyarakat Ponorogo

Tradisi Yatiman Ponorogo

Ponorogo, 10 Muharam adalah tanggal yang penuh keberuntungan, sehingga di tanggal ini menyimpan peristiwa besar. Diantaranya adalah, Nabi Yunus keluar dari perut ikan hiu, Nabi Nuh Selamat dari banjir, Nabi Musa membelah Laut Merah.

“Karena di bulan ini menyimapan peristiwa peristiwa besar, maka disebut Syuro dan amaliyahnya di sebut Suroan”, jelas Nanang Rosyidin.
Amaliyah yang di lakukan beberapa Jama’ah umat Islam terkait dengan Asyuro adalah, 2 hari berpuasa, di tanggal 9 dan 10. Dilanjutkan dengan menyantuni beberapa anak yatim dengan prosesi mengusap rambut anak anak yatim atau yang biasa disebut Yatiman.

Seperti dilakukan di beberapa tempat di Ponorogo, di Broto Negaran misalnya, kegiatan dilakukan mulai dengan berbuka bersama, Jamaah Sholat Maghrib, Istighosah, Sholat Isyak dan kegiatan Santunan dengan medatangkan beberapa ratus anak yatim dan dhuafa.

Kegiatan serupa juga dilaksanakan di Balai Desa Nglewan Kecamatan Sambit. Acara yang di pelopori oleh Muslimat NU itu dilaksanakan pada hari Jum’at, 29 September 2017 atau tanggal 09 Muharam 1439 H.
Nanang Rosydin berpendapat acara semacam ini kalau bisa harus di langgengkan.

“Acara yang sudah mentradisi ini, dilaksanakan setiap tahun, sebagai sarana melatih diri berbagi dan menumpahkan kasih sayah pada anak Yatim dan anak anak Miskin,” ujar Pegiat Budaya dari Komunitas Debog Wengker.

Sedangkan sebagaian ulama berpendapat, kalau kita mengusap kepala anak Yatim pada hari Asyura maka kita akan di beri kebaikan oleh Allah, setiap helai rambut yang kita usap dilipat gandakan.
Makna usapan disini tidak sekedar usapan, tapi adalah kasih dan sayang. (kominfo/Jgo)

Please follow and like us:
0

About the author:

Back to Top