Wajah Di Balik Topeng

Wajah Di Balik Topeng

Comments Off on Wajah Di Balik Topeng

Pengrajin topeng ganongan

Ponorogo – Ponorogo memang terkenal dengan sebutan Kota Reyog. Hal itu karena asal usul seni reyog, dari kota Ponorogo. Tari Reyog adalah Tari Topeng menyerupai macan, dan diikuti oleh 2 tari topeng lainya. Yakni, Topeng Bujang Ganong penggambaran tokoh lincah dan cerdas. Juga Topeng Klana Sewandana, tokoh Raja yang bijak dan sakti.

Bukan hanya ukel tari yang membuat tari topeng itu nampak hidup dan indah. Tapi juga topengnya harus tepat dalam menampilkan sosok karekter tokohnya. Kombinasi karya, antara tarian dan topeng ini menentukan kesuksesan penampilan sebuq pementasan karya tari topeng.
Setidaknya demikian itu menjadi pandangan dari Nanang Prasetiya, salah seorang pengrajin Topeng untuk perangkat seni reyog.

“Namun saat ini konsentrasi membuat topeng ganongan (Bujang Ganong-red),” terang Nanang Prasetiya.
Sebab menurutnya permintaan topeng ganongan lebih banyak dibanding yang lain.

“Meski saya juga bisa membuat Topeng Klana atau barongan. Tapi, penjualan lebih cepat ganongan,” tegasnya.

Hal demikian, karena topeng Ganongan lebih digemari, di banding yang lain. Selain itu karena, anak SD saja kini sudah pasti bisa bermain ganongan.
Maka tak heran bila produksi Ganongan pada bengkel kerajinannya, dalam seminggu bisa menjual lebih dari 20 buah.

“Padahal kita, baru bisa memproduksi 25-30 dalam seminggu,” ujarnya.
Kendala produksi, topeng ganongan yang dihadapi oleh Nanang Prasetiyo, karena bahan baku sering telat. Maka dari itu, dirinya menangani produksi sendiri tidak memakai pekerja.

Sementara bahan baku yang dipakai Nanang, baik itu, topeng untuk standart pentas atau souvenir sebagai hiasan dinding adalah kayu dadap. Kayu dadap menurutnya empuk sehingga mudah dibentuk.

“Selain mudah dibentuk, juga tidak mudah pecah atau ulet,” ujar Nanang.
Untuk bahan baku, pengrajin Ganong Soedoet Jaya Tonatan, miliknya mendatangkan dari Ngebel, Ngrayun bahkan dari luar Kabupaten. Juga rambut sapi dan kuda dia datangkan dari luar kota.

Pengrajin yang lebih dari 4 tahun menggeluti dunia seni kerajinan topeng ini, menjual topeng ganungan di bagi dalam dua klasifikasi. Yakni kelas topeng ganongan Pentas yang ia jual 300 ribu rupiah dan topeng ganongan kelas hiasan ia jual 150 ribu rupiah.
Sedangkan mudal yang ia keluarkan dari 1 topeng hiasan berkisar 100 ribu rupiah dan topeng pentas sekitar 200 ribu rupiah.
Perbedaan kedua kelas tersebut, menurut Nanag, pada besarnya topeng dan rambut yang dipakai. (Kominfo)

Please follow and like us:
0

About the author:

Alamat

themecircle

Tentang Ponorogo

Back to Top