Breaking News
  • Home
  • Slider
  • 100 Penyandang Disabilitas di Ponorogo ‘Dijaring’ Dinsos Jatim

100 Penyandang Disabilitas di Ponorogo ‘Dijaring’ Dinsos Jatim

By on May 9, 2018 0 288 Views

PENDATAAAN ketunaan warga penyandang disabilitas dalam kegaitan penjangkauan yang digelar UPSK Dinsos Provinsi Jatim di Ponorogo yang dipusatkan di Kantor Desa Srandil, Kecamatan Jambon, sejak Senin (7/5/2018) hingga Rabu (9/5/2018).  

KECACATAN atau disabilitas warga terus mendapat perhatian pemerintah. Di Ponorogo, para penyandangnya dijaring oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur untuk diberikan bantuan serta pendampingan menuju kemandirian hidup di tengah kekurangan yang mereka alami.
Selama tiga hari terakhir, sejak Senin (7/5/2018) sampai Rabu (9/5/2018), Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK) Dinsos Provinsi Jawa Timur melaksanakan penjangkauan terhadap para penyandang disabilitas di seluruh Ponorogo. Selama tiga hari tersebut, sebanyak 100 orang berhasil didatangkan ke pusat kegiatan Penjangkauan di Kantor Desa Srandil, Kecamatan Jambon, Ponorogo.
“Semua ketunaan kita layani. Ada disabilitas fisik, disabilitas mental, disabilitas intelektual maupun disablitas motorik. Yang dilakukan mulai dari deteksi dini disabilitas dan mengukur derajat ketunaannya, sampai pada memberikan rujukan ke lembaga yang berkompeten,” terang Koordinator Kegiatan UPSK Dinsos Provinsi Jatim di Ponorogo Ronny Gunawan, Rabu (9/5/2018).
Deteksi jenis dan derajat disabilitas ini akan menuju pada tindak lanjut sesuai dengan kondisi penyandang disabilitas. Mulai dari rehabilitasi, assesment kebutuhan penyandang disabilitas sampai pemberian bantuan alat bantu yang seharusnya dimiliki oleh penyandang disabilitas. Seluruhnya akan disediakan secara cuma-cuma oleh pemerintah dengan dana dari APBN.

DETEKSI dini disabilitas tuna rungu dengan alat audiometri di rumah salah satu warga untuk mencapai ruang kedap suara dalam kegiatan penjangkauan yang digelar UPSK Dinsos Provinsi Jatim di Ponorogo yang dipusatkan di Kantor Desa Srandil, Kecamatan Jambon, sejak Senin

“Kalau yang perlu direhabilitasi bisa kita kirim (rujuk) ke UPT Bina Daksa dan UPT Rungu Wicara di Bangil, Pasuruan, UPT Bina Netra di Malang dan UPT Grahita di Tuban. Mereka akan kita latih agar bisa mandiri dengan pembinaan keterampilan dan bimbingan sosial. Ada keterampilan jahit, boga, otomotif, las dan sebagainya. Intinya agar bisa hidup mandiri. Untuk penyaluran (tenaga kerja disabilitas) ada di Dinas Ketenagakerjaan,” ungkap Ronny.

PENYANDANG disabilitas tuna netra saat antre pendataan dalam kegiatan penjangkauan yang digelar UPSK Dinsos Provinsi Jatim di Ponorogo yang dipusatkan di Kantor Desa Srandil, Kecamatan Jambon, sejak Senin (7/5/2018) hingga Rabu (9/5/2018).

Kepala Desa Srandil Saguh Rahardjo menyatakan sangat mendukung pelaksanaan kegiatan penjangkauan warga disabilitas oleh Pemprov Jatim di Ponorogo yang dipusatkan di wilayahnya. Menurutnya hal ini merupakan kesempatan untuk berparsitipasi dalam membantu warga Ponorogo yang memiliki ‘kekurangan’ dalam hidupnya berupa disabilitas.
 “Kami, warga dan perangkat di sini menyambut baik kegiatan semacam ini. Sebab ini bisa mengangkat derajat warga kita yang menyandang kecacatan. Kapanpun ada lagi kami siap ketempatan,” katanya.
Ronny menambahkan, ia cukup puas dengan pelaksanaan penjangkauan kali ini. Ini karena dukungan dari Dinsos Kabupaten Ponorogo sampai ke perangkat desa sangat baik serta kooperatif.
“Sayangnya dananya untuk 100 orang saja, padahal kami ingin menjangkau sebanyak-banyaknya. Kekuatannya memang baru segitu, semoga ke depan bisa ditambah,” ungkapnya sambil menyebut seluruh kegiatan berjalan lancar dan hanya ada satu ‘kesalahan’ yaitu salah cetak tanggal pelaksanaan di spanduk kegiatan. (kominfo/dist)