Inflasi Di Ponorogo Dibawah Rata-rata

Dalam mendekati Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2018 Pemerintah Kabupaten Ponorogo melaksanakan rapat koordinasi (Rakor) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Dalam rakor tersebut turut hadir pula Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cabang Kediri. Acara tersebut (Rakor,red) di adakan di Aula Rapat Hotel Maesa, Selasa (15/2).

Priyo Nugroho, Kepala Bagian Perekonomian Kabupaten Ponorogo, mengungkapkan, terkait inflasi di Kabupaten Ponorogo sendiri masih dibawah rata – rata yaitu 0,84%, jadi tingkat daya beli masyarakat masih terpenuhi. “untuk stock beras dan lain sebagainya untuk Kabupaten Ponorogo masih mencukupi hingga 4 bulan kedepan,” ungkapnya.

Priyo juga menuturkan untuk stok beras di Bulog sendiri per 14 Mei 2018 ini ada 9.415 ton beras yang masih di miliki Kabupaten Ponorogo, “jadi stok beras tersebut masih bisa mencukupi,” tuturnnya.

Disamping itu menurut pantauan harga di Pasar Songgolangit dan Pasar Sumoroto masih bisa dijangkau masyarakat. hal tersebut dipicu dari beberapa Bantuan Sosial (Bansos) dari Pemerintahan Pusat. seperti bantuan beras rastra 10Kg mulai Januari hingga April. “hal itu sangat berpengaruh dalam inflasi di Kabupaten Ponorogo,” ujar Priyo.

Untuk daerah Ponorogo sendiri secara umum dalam hal perekonomiannya masih kondusif, “masyarakat bisa melakukan dengan tanpa adanya lonjakan harga yang berarti, terang Kabag Perekonomian.(kominfo/fdl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*