Larung Risalah Doa di Telaga Ngebel Tutup Grebeg Suro Ponorogo

By on September 11, 2018 at 1:51 pm 0 531 Views

Rangkaian acara Grebeg Suro 2018 Kabupaten Ponorogo ditutup dengan Ritual Larung Sesaji dan Risalah Doa di Telaga Ngebel, Selasa, (11/9/2018). Larungan dan Risalah Doa ini memiliki makna spiritualitas tinggi bagi masyarakat Ponorogo, khususnya masyarakat yang tinggal di kawasan Telaga Ngebel.

Mengakhiri rangkaian acara yang berlokasi di telaga ngebel, mulai pawai 1000 obor / lampah ratri obor sewu mengelilingi telaga, gowes sepeda MTB Jelajah hutan telaga Ngebel Ponorogo dan di akhiri dengan larung risalah doa.

Rangkain di Telaga Ngebel sebelumnya yakni pawai 1000 obor / lampah ratri obor sewu mengelilingi telaga, suasana telaga yang biasanya sepi pada malam hari menjadi ramai bahkan tak ada ruang karena padatnya warga yang antusias menyaksikan pawai obor.

Pawai 1000 Obor / lampah ratri obor sewudi Telaga Ngebel

Rangkain acara di Telaga Ngebel dilanjutkan dengan  Ponorogo MTB Adventure ke 2 “Jelajah Hutan Telaga Ngebel”  yang dilaksakan hari minggu 9 September 2018 dengan start dan finish Lapangan Telaga Ngebel Ponorogo

gowes sepeda MTB Jelajah hutan telaga Ngebel Ponorogo

 

Berbagai kegiatan digelar untuk memeriahkan acara larungan Telaga Ngebel yang digelar mulai tanggal 10 s/d 11 September 2018 diantaranya istighosah, pagelaran wayang kulit, prosesi lampah ratri obor sewu, prosesi larungan malam, dan pagelaran musik dangdut dan di akhiri dengan larungan.

Usai larungan, Ipong mengatakan, Larung Risalah Doa merupakan ritual tahunan di Telaga Ngebel yang memiliki perlambang atau simbol melarutkan hal-hal yang tidak baik yang telah dilakukan selama satu tahun terakhir.

“Melarung itu maknanya adalah melarutkan semua keburukan kita dan berharap ke depan kita lebih baik. Tentu saja kita berharap ke depan Ponorogo lebih baik, lebih maju,” ungkapnya. (kominfo**)

 

 

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *