Umroh Gratis Kyai dan Marbot Diawasi Ketat

By on December 11, 2018 at 10:12 am 0 825 Views

PEMKAB Ponorogo melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan perjalanan umroh para kyai dan marbot yang berlangsung sepekan ini. Dua orang pengawas disertakan dalam rombongan yang telah berangkat pada Senin (10/12/2018) dinihari, kemarin.

Kabag Kesra Sekretariat Daerah Ponorogo Sumani mengatakan, selain 176 jemaah, ada dua pendamping yang ikut serta dalam rombongan plus empat tenaga pendamping dan pembimbing dari biro serta tenaga medis.

Para kyai dan marbot peserta umroh gratis sesaat sebelum berangkat ke ke tanah suci dan dibeangkatakan dari Pendopo Kabupaten Ponorogo, Senin (10/12/2018) dinihari.

“Jadi total ada 182 yang berangkat. Khusus yang dua orang pengawas dari Pemkab Ponorogo ini akan mencocokkan fasilitas yang seharusnya diberikan biro umroh pemenang lelang kepada para jamaah. Bagaimana kamar penginapan, makanan, lokasi yang dikunjungi serta fasilitas lain selama di sana. Begitu kembali mereka akan dievaluasi berdasarkan laporan dua orang pengawas ini,” ungkap Sumani, Selasa (11/12/2018).

Evaluasi ini menjadi penentu atas pemenuhan pembayaran dari Pemkab Ponorogo kepada biro umroh yang menyelenggarakan perjalanan sebagai pemenang lelang Program Umroh 1000 Kyai Kampung dan Marbout Kabupaten Ponorogo Tahun Anggaran 2018 ini.

“Sesuai ketentuan, kita baru membayar 70 persen dari biaya yang dialokasikan untuk program ini kepada biro. Yang 30 persen baru akan dibayarkan setelah kegiatan selesai yang didasarkan pada para pengawas. Kalau cocok, ya kita bayar kekurangannya tersebut,” terang Sumani.

Sumani menambahkan, program semacam ini bukan yang pertama di Indonesia. Ada provinsi Lampung dan Kabupaten Tulang Bawang yang telah memberangkatkan ratusan warganya. Lampung misalnya, sudah memberangkatkan ribuan warga berprestasi untuk umroh sejak 2011 lalu. Pesertanya ada petani, PNS, pelajar/mahassiswa, anggota TNI, anggota Polri dan sebagainya. Semuanya adalah warga yang berprestasi.

“Kalau di pulau Jawa ini ya kita yang pertama,” ungkapnya.

Pada 2018 ini, untuk program ini Pemkab Ponorogo menyediakan anggaran sebesar Rp 4,55 miliar. Tahun 2019 mendatang, anggaran untuk program ini telah dinaikkan menjadi Rp 5,2 miliar. Diperkirakan jumlah jamaah yang bisa diberangkatkan adalah 220 orang. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *