Masih Banyak Petani Tak Gabung Poktan

By on December 28, 2018 at 9:42 am 0 437 Views

TERNYATA masih banyak petani di Ponorogo yang belum bergabung dengan kelompok-kelompok tani di sekitarnya. Akibatnya, seringkali muncul keluhan kekurangan pupuk bersubsidi. Terutama di akhir tahun atau masuk masa tanam di musim hujan pertama.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Ponorogo Harmanto menyatakan, sebenarnya ‘hilangnya’ pupuk dari peredaran sebenarnya tidak dialami oleh para petani yang tergabung dalam kelompok-kelompok tani. Sebab, pengusulan pupuk ke pemerintah pusat selalu didasari oleh permintaan dari para petani.

Usulan ini disebut sebagai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Maka dasar perhitungannya adalah dari para anggota kelompok-kelompok tani. Dengan rumus tertentu, maka dalam satu tahun kalender akan diketahui jumlah pupuk yang diperlukan oleh para petani di seluruh Ponorogo.

“Kalau yang tidak masuk kelompok tidak bisa dapat pupuk (bersubsidi) karena tidak masuk dalam usulan yang jadi RDKK. Mereka yang tidak masuk kelompok inilah yang sering teriak-teriak pupuk hilang,” ungkap Harmanto, Kamis (27/12/2018).

Meski belum pernah ada pendataan, diperkirakan jumlah petani yang tidak masuk poktan di Ponorogo mencapai 5 ribu orang. Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari petani bersangkutan yang sulit diajak bergaul. Ada pula masalah antara petani tersebut dengan lingkungannya. Di Ponorogo terdapat 1.700-an kelompok tani.

Menurutnya, 5 ribu petani adalah jumlah yang sedikit dibanding ratusan ribu petani yang lain. “Tapi kalau semua protes juga bisa jadi masalah. Biar begitu, kios maupun distributor tidak berani memberikan pupuk sebab tidak ada dalam catatan sebagai petani yang punya jatah pupuk,” ujarnya.

Harmanto mengatakan, dalam setiap kesempatan ia menghimbau agar pengurus poktan bisa merangkul para petani yang belum masuk ke poktan sehingga bisa ikut jadi anggota poktan. “Kita minta petani guyub dan kompak dan seluruhnya masuk dalam poktan,” ujarnya.

Bila seluruh petani masuk dalam poktan, maka jumlah pupuk dalam RDKK di Ponorogo bisa jadi meningkat dari RDKK yang diusulkan ke pemerintah beberapa tahun terakhir. Pada dua hingga tiga tahun terakhir jumlah pupuk yang diusudalam RDKK Ponorogo mencapai sekitar 70 ribu ton yang terdiri dari jenis urea, ZA, SP36, dan NPK atau phonska. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *