Skeptis, Sikap Paling Ampuh Tangkal Hoax

By on January 10, 2019 at 4:29 pm 0 470 Views

SKEPTIS atau kurang percaya alias ragu-ragu merupakan sikap yang paling ampuh dalam menangkal peredaran hoax yang beredar. Dengan sikap ini, penerima pesan atau informasi harus selalu melakukan pengecekan atas kebenaran informasi yang datang padanya.

Hal ini diutarakan Staf Ahli Menteri Kominfo RI Profesor Henri Subiakto, saat menjadi pemateri dalam Stadium General yang digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Ponorogo di Aula Lantai 4 kampus setempat, Kamis (10/1/2019). Dalam uraiannya, hoax merupakan salah satu akibat dari terjadinya revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan terkoneksinya manusia-manusia di seluruh oleh teknologi internet dalam berbagai perangkatnya.

Staf Ahli Menteri Kominfo Profesor Henri Subiakto saat menjadi pemateri dalam Stadium General di Aula Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Kamis (10/1/2019).

Teknologi internet telah menggeser komunikasi massa yang dilakukan oleh media massa menjadi komunikasi oleh individu tapi berlangsung secara massif atau oleh banyak orang. Prof Henri menyebut, saat ini setiap orang juga bisa menjadi komunikator politik.

“Bahkan bisa dikatakan saat ini setiap orang bisa jadi wartawan. Bisa memotret, memvideo dan melaporkan kejadian yang ditemuinya secara langsung melalui media sosialnya masing-masing,” ungkapnya.

Hoax, terangnya, adalah pesan atau kabar bohong yang dibuat dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum sebagai bentuk manipulasi data atau fakta dengan maksud mengelabuhi orang banyak agar seolah-olah pesan atau informasi itu benar atau asli.

Ciri hoax, lanjutnya, adalah menciptakan kebencian atau pemujaan yang berlebihan, sumber informasinya tidak jelas, menggunakan kata-kata provokatof, mengeksploitasi fanatisme dan SARA, unsur 5w+1H tidak jelas dan disebarkan melalui media yang tidak terbuka seperti WA, Line, Messenger dan sebagainya.

Di Indonesia, kata Prof Henri, hoax sudah menjadi bagian dari strategi politik sejak 2014. Hoax telah berhasil menciptakan pembelahan masyarakat yang cukup militan. Juga telah berhasil menciptakan opini publik yang berbasis ketakutan, kecemasan dan kebencian yang tidak berdsar pada fakta ilmiah. Hoax di medsos telah menjadi mass self political communication yang sangat berdaya yang sulit dilawan.

“Bahkan hoax sudah menjadi strategi politik yang jitu dan kreatif hingga meningkatkan elektabilitas penggunanya,” terangnya.

Apalagi, imbuh Guru Besar Ilmu Komunikasi FISIP Unair ini, dalam banyak teori disebutkan orang hanya mengkonsumsi berita yang disukai. Akibatnya, banyaknya hoax membuat orang semakin bingung antara fakta dan hoax. Kondisi lebihini menjadi kacau karena kebanyakan orang malas untuk mencari konfirmasi.

“Maka cara yang paling ampuh dalam menanggulangi hoax adalah bersikap skeptis. Tidak mudah percaya. Ingat, kalau Anda sudah mulai takut atau benci atas sesuatu atau seseorang, berarti informasi atas hal itu adalah hoax,” kata dia.

Skeptis ini dilanjutkan dengan melakukan pengecekan atau tabayyun. Antara lain adalah mengecek kejelasan sumber dan isi informasinya. Media massa tetap bisa dijadikan acuan sebab dalam produksi berita pasti ada penanggung jawabnya. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *