Pasar Relokasi Jadi Berkah Bagi Warga Sekitar

By on January 14, 2019 at 1:55 pm 0 524 Views

PERPINDAHAN atau relokasi sementara Pasar Legi menuju pasar penampungan di lahan bekas RSUD Ponorogo di Jalan Cipto Mangunkusumo, masuk Kelurahan Keniten, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, membawa berkah tersendiri bagi warga sekitar.

Jalan yang pernah berjaya sebagai lokasi usaha itu diyakini akan bangkit kembali. Keberadaan pasar darurat yang niscaya membawa warga Ponorogo untuk mendatanginya akan menghadirkan kembali keramaian yang dulu ada saat di lahan itu masih berdiri rumah sakit terbesar di Ponorogo. Warung-warung makan, mracang dan lainnya yang mati setelah RSUD Harjono pindah ke Kelurahan Paju, satu demi satu bermunculan lagi.

“Alhamdulillah, begitu pasar penampungan mulai dibangun, para ibu di sekitar sini sering ngobrol sama saya ketika saya menunggui proyek ini dikerjakan. Mereka menyatakan berterima kasih kepada pemerintah. Mereka jadi bisa berjualan lagi,” ungkap Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Perdagkum) Ponorogo Addin Andhawarih, Senin (14/1/2019).

Addin mengaku, banyak warga yang dulu sempat berjualan bubur, nasi atau makanan yang lain yang bersiap-siap untuk buka lapak lagi. Bahkan, dengan setengah bercanda ada yang meminta agar pasar penampungan bisa lebih lama dari jadwal yang skeitar satu tahun lebih sedikit.

“Mereka seneng karena itu artinya ada efek ekonomi bagi warga sekitar sini,” ungkap Addin.

Ada juga, lanjut Addin, berkah lain yang bisa dirasakan warga sekitar. Yaitu soal pengelolaan parkir untuk para pengunjung dan pedagang pasar yang memarkir kendaraannya di luar kawasan pasar relokasi.

“Untuk parkir di jalan kita sudah sepakat dengan Dishub juga bahwa akan dikelola warga. Ada RT, karang taruna. Nah, parkirnya ditata satu baris saja karena di sini jalannya sempit. Kalau warung tidak boleh di jalan. Jadi warga sepakat berjualan di emper (teras) rumahnya masing-masing,” kata Addin.

Siti Maryam, warga yang rumahnya tepat di depan jalan masuk bagian timur pasar relokasi mengaku langsung kembali berjualan begitu pembangunan gedung pasar sementara tersebut. Ia berjualan mie ayam dan nasi sayur seperti yang pernah dilakukannya saat di lahan tersebut masih berdiri gedung RSUD Harjono.

“Ya saya senang saja ada keramaian. Kalau usaha Insya Allah laku. Jualan makanan kan gampang sebab orang kan pasti butuh makan ya,” pungkasnya. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *