Setelah Perobohan Bangunan Liar Pasar Eks Stasiun, Pedagang Bisa Berjualan di Pasar Relokasi

By on January 21, 2019 at 8:00 pm 0 376 Views

PARA pedagang Pasar Eks Stasiun tetap bisa berjualan tetapi di Pasar Relokasi atau pasar penampungan yang telah berdiri di atas lahan bekas RSUD Ponorogo. Lahan yang ada dinilai masih mampu menampung puluhan pedagang dari Pasar Eks Stasiun yang sempat bertahan dan enggan pindah.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Ponorogo Addin Andhanawarih, Senin (21/1/2019) mengatakan, setelah perobohan bangunan liar pasar yang dibangun oleh Koperasi Pandu Artha, maka pedagang bisa berjualan di pasar penampungan bersama-sama dengan pedagang dari Pasar Legi yang sudah lebih dari dua pekan boyong ke lokasi tersebut.

“Kami ini sudah memberikan sosialisasi soal perpindahan ini hampir satu tahun. Tapi mereka belum mau pindah. Karena saat ini mereka sudah kesulitan berjualan karena ada perobohan dan memang sudah tidak boleh berjualan di lokasi tersebut, maka solusi dari kami (Pemkab Ponorogo) adalah bisa berjualan di lokasi pasar penampungan. Tempatnya cukup,” ungkapnya.

Di lokasi tersebut tersedia los 4 yang diperuntukkan bagi pedagang dari Pasar Eks Stasiun. Los tersebut bahkan telah dibagi-bagi oleh para pedagang sendiri dari eks stasiun dan eks pengadilan. “Kalau los kurang, di pelataran itu juga sudah bisa dipakai berjualan. Jadi masih cukup itu,” ungkap Addin.

Addin menyatakan, bagi pedagang yang belum terdata namun ingin berjualan di Pasar Relokasi bisa mendaftar langsung di UPT Pasar Lagi di lokasi pasar penampungan. “Ada petugas di sana yang siap melayani dan gratis, tidak dipungut biaya,” ujarnya.

Soal jam buka pasar, Addin menyatakan tetap 24 jam seperti biasa di Pasar Legi. Tidak ada pembatasan. Ini terkait jenis perdagangan yang sangat beragam. Yaitu pasar pagi, pasar sore, pasar malam, pasar barter grosir dan pasar konsumen.

“Mereka bisa berjualan sesuai dengan jam-jam mereka sendiri. Di sana (Pasar Relokasi) sama dengan di Pasar Legi kok jam operasi mereka,” ungkapnya.

Kepala Dinas Polisi Pamong Praja Ponorogo Supriyadi mengatakan, eksekusi atas bangunan di atas lahan eks stasiun tersebut. Ada dua bangunan yang Senin (21/1/2019) siang dirobohkan. Yaitu bangunan permanen menghadap ke selatan di Jalan Biak dan bangunan semi permanen di belakang pertokoan jalan Soekarno Hatta, turut pasar eks stasiun. Keduanya berada di atas lahan PT KAI.

“Bangunan dirobohkan karena sudah tidak diizinkan untuk dibangun tapi mereka tidka mengindahkan sehingga kami yang merobohkan hari ini. Mereka melanggar Perda soal Tata Ruang dan IMB (Izin Mendirikan Bangunan),” terangnya.

Dalam eksekusi kedua bangunan, personel yang dikerahkan untuk melaksanakan pengamanan adalah 130 orang anggota Dinas Pol PP Ponorogo, 100 orang personel Polres Ponorogo, 20 personel Dishub Ponorogo, 30 orang anggota TNI Kodim Ponorogo dan tujuh personel Denpom Ponorogo.

“Alhamdulillah eksekusi bisa berjalan dengan cukup lancar dan saat ini tinggal membersihkan saja,” kata Supriyadi. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *