Pengusaha Belia Menangkan Lelang Pasar Legi, Ini Kata Dia…

By on January 30, 2019 at 4:51 pm 0 515 Views

PASAR Legi sudah laku. Betul, bangunan Pasar Legi yang separuhnya sudah rapuh akibat terbakar hebat di Mei 2017 sudah laku dalam Lelang Terbuka Barang Milik Daerah di Gedung Sasana Praja, Rabu (30/1/2019). Tapi tahukah siapa si pemilik gedung yang pernah jadi jantung ekonomi bumi reyog itu?

Dialah Andika Adi Perkasa. Seorang pemuda berusia 24 tahun inilah yang menjadi pemenang saat petugas lelang dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negera dan Lelang (KPKNL) Madiun menawarkan harga denan cara naik naik sebesar Rp 1 juta tiap naik kepada 140-an peserta lelang khusus bangunan Pasar Legi. Dibuka dengan harga Rp 752 juta atau di atas harga perhitungan BPKAD yang  Rp 751,8 juta, lelang Pasar legi berlangsung cukup cepat.

“Oke, lelang kita buka dengan 752, ya 752, 753…… dan 759, 759 satu kali, 759 dua kali, 759 tiga kali dan terjual,” begitu kalimat yang terlontar dari juru lelang KPKNL Madiun.

Citra Udara Pasar Legi Ponorogo Dok @kominfoponorogo

Seorang pemuda maju ke depan. Dialah Andika Adi Perkasa. Peserta lelang yang berani menawar bangunan Pasar Legi dengan harga tertinggi. Dengan langkah mantap ia menuju meja juru lelang dan membereskan administrasi yang harus diselesaikannya.

Sejumlah orang tampak ragu saat Andika mendekati meja juru lelang. Sejumlah awak media pun sempat tidak yakin karena pemenang lelang barang yang begitu mahal masih sangat belia.

Saat melangkah keluar Gedung Sasana Praja, ponorogo.go.id mencoba menghampirinya. Tanpa ragu Andika berbincang soal keikutsertaannya dalam lelang kali ini.

Ia mengaku berminat ikut lelang karena memang dia hidup dari pekerjaan bongkar-membongkar bangunan. “Lha memang itu pekerjaan saya mas. Kalau saya tidak bongkar bangunan begini ya tidak dapat duit,” ujarnya sambil tertawa ringan.

Lalu apa untungnya pekerjaan bongkar-membongkar, bahkan harus mengeluarkan uang hingga Rp 759 juta? Andika mengatakan, dari berbagai material yang ada di setiap bangunan yang dibongkarnya pasti ada uang yang bisa dihasilkan.

“Ada besi-besi yang bisa dilebur atau dijual kembali. Lalu ada genting-genting itu bisa dijual. Terus puing-puing itu juga bisa jadi duit,” ucapnya tanpa merinci caranya.

Ketika ditanya soal kemungkinan ia merugi karena ia harus membongkar bangunan pasar Legi sampai bersih tanpa bantuan dana dari pihak manapun, lagi-lagi Andika hanya tertarwa ringan. “Ya Insya Allah untung lah. Saya yakin untung. Saya yakin dapat rejeki dari pembongkaran ini nanti,” kata pemuda asal Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah, ini.

Soal waktu pembongkaran, Andika mengatakan akan segera melaksanakan begitu ia selesai melunasi pembayaran. “Saya punya waktu lima hari untuk membayar bangunan ini. Setelah itu ya akan langsung saya robohkan,” ucapnya. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *