Pemkab Ponorogo Bertekad Kembali Raih Adipura

By on February 20, 2019 at 3:28 pm 0 388 Views

ADIPURA atau piala yang mengindikasikan kebersihan dan pengelolaan lingkungan ditargetkan kembali hadir ke Ponorogo. Pemkab setempat bertekad melaksanakan berbagai program terkait hal ini agar penghargaan ini bisa didapatkan kembali.

Bupati Ponorogo Memotong Pita Tanda Peresmian Gazebo Dinas Lingkungan Hidup

Hal ini disampaikan Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni usai acara Pembinaan Karyawan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ponorogo dan Peresmian Gazebo Lingkungan Hidup, Rabu (20/2/2019).

“Saya kira tahun depan (2020) kita harus dapat meskipun Adipura bukan tujuan. Adipura hanya sebuah piala namun akan memotivasi kita semua untuk mewujudkan Kota Ponorogo yang bersih, tertib, asri dan rimbun,” ungkapnya di lokasi acara.

Dikatakannya, selama ini semua kriteria untuk mendapatkan Adipura sebenarnya sudah dimiliki oleh Ponorogo. Dari evaluasi, hanya persoalan Tempat Pembungan Akhir (TPA) untuk sampah di Ponorogo yang masih terus mengganjal.

“Maka fokus kita tahun ini adalah menyelesaikan persoalan TPA ini. Yaitu lahan TPA kita terlalu sempit, hanya 2 hektare. Kalau mau mencari lahan, tentu terlalu lama. Maka kita ubah sistem pengelolaan sampahnya sehingga sampah tidak hanya menjadi sampah, tapi termanfaatkan,” tuturnya.

Lokasi lain yang menjadi penilaian, menurut Bupati Ipong, sudah sangat siap. Apalagi kalau lahan Pasar Eks Stasiun bisa ditata dengan baik. “Kalau lahan itu sudah bagus maka itu akan mengurangi masalah dalam upaya meraih Adipura,” ujarnya.

Para petugas kebersihan yang kini disebut sebagai pasukan hijau ‘Go Green’ juga ditambah. Tahun ini Pemkab Ponorogo melalui Dinas Lingkungan Hidup menambah jumlah anggota pasukan hijau sebanyak 40 orang menjadi 240 personel. Hal ini penting karena kebersihan wilayah kota di Ponorogo sangat bergantung pada peran pasukan ini.

“Untuk itu, kesejahteraan mereka juga kita tingkatkan. Tahun ini jadi Rp 1 juta per bulan. 2020 nanti bisa ke Rp1,2 juta. Dalam jangka panjang mereka bisa jadi akan masuk ke P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Itu bila memungkinkan,” pungkasnya. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *