Kunker Para Kades Ponorogo ke Bali, Ini Pertimbangan Bupati

By on February 27, 2019 at 8:53 pm 0 413 Views

KUNJUNGAN Kerja atau kunker dua rombongan besar Kepala Desa (Kades), Kepala Kelurahan dan Ketua Tim Penggerak PKK Desa di Ponorogo ke Bali pada pekan kedua dan ketiga Februari ini menjadi upaya untuk meningkatkan pengelolaan pariwisata, termasuk pengelolaan desa wisata dan pelaksanaan program one village one product atau satu desa satu produk yang dicanangkan di 2017 lalu.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni, Rabu (27/2/2019) mengatakan, ada sejumlah pertimbangan untuk pelaksanaan kunjungan kunker ke pulau dewata tersebut. Kepada ponorogo.go.id menyebutkan, pertimbangan pertama adalah bahwa Bali adalah provinsi terkemuka di bidang pariwisata. Kedua, Kabupaten Klungkung yang menjadi sasaran kunjungan adalah kabupaten dengan desa wisata terbanyak di Indonesia.

“Dan ketiga, daerah yang sangat mungkin menerima rombongan yang demikian banyak adalah Bali,” ujar Bupati Ipong di sela peresmian LTSA-PPMI di Kantor Disnaker Ponorogo.

Dalam kegiatan yang terbagi dalam dua rombongan ini memberangkatkan 600-an peserta. Rombongan pertama terdiri dari 200-an peserta dan sekitar tujuh anak dari peserta rombongan. Rombongan kedua terdiri dari 400-an peserta denan sembilan orang anak dari peserta rombongan.

“Yang anak-anak ini berangkat ikut orang tuanya tapi pakai ongkos sendiri, bayar sendiri,” tukas Ipong.

Bupati Ipong menjelaskan, untuk kegiatan ini dana APBD yang dipakai sebesar Rp 2,4 miliar. Jumlah ini sekitar 0,1 persen dari APBD Ponorogo tahun 2019. Ongkos tiap orang adalah sekitar Rp 3 juta untuk sekitar tiga hari perjalanan.

Pertimbangan lain kunker ini, lanjut Bupati Ipong, adalah kenyataan bahwa ternyata sebagian besar kades dan kepala kelurahan serta ketua TP PKK Desa di Ponorogo belum pernah melakukan kegiatan studi banding ke lokasi yang tepat untuk pariwisata. Bahkan, banyak kades yang belum pernah naik pesawat sama sekali.

“Jadi bagaimana mungkin kita bisa menjadi daerah (Kabupaten) wisata sementara para pemangku wilayahnya tidak pernah mempelajarinya, tidak pernah kunker ke lokasi wisata. Mereka kita ajak ke desa-desa wisata. Mereka datang juga ke desa paling bersih di Indonesia, namanya Desa Panglipuran,” tukas Bupati Ipong.

“Kita berharap, walaupun yang ikut kades yang bukan merupakan desa wisata tapi bisa ikut terbuka dan menjadi luas wawasannya. Tentunya lebih welcoma dan paham dengan pengelolaan wisata desa,” kata Bupati Ipong.

Orang nomor satu di Ponorogo ini menyatakan, bila ada yang mengaitkannya dengan kepentingan politik tertentu hal ini adalah tidak benar. Ia menegaskan tidak ada muatan atau pesan politik tertentu kepada para peserta kunker. Semuanya dilakukan untuk memberikan wawasan kepada peserta soal desa wisata.

Menurutnya tidak pas bila kunker para Kades, Lurah dan Ketua TP PKK Desa ini dipersoalkan. Apalagi belum tentu lima tahun sekali program seperti ini dilaksanakan. (kominfo/dist)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *