Bupati Tak Ingin PMI Terjerat Sengketa Hati

By on March 1, 2019 at 9:44 am 0 302 Views

BUPATI Ponorogo Ipong Muchlissoni menyatakan prihatin dengan tingginya angka perceraian di tengah keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau yang sering disebut TKI (Tenaga Kerja Indonesia). Karenanya, ia ingin PMI dan keluarganya saling menjaga diri. Ini agar mereka tidak terjerat ‘sengketa hati’.

Dalam kesempatan bertatap muka dengan para calon PMI di Kantor Dinas Tenaga Kerja Ponorogo, pertengahan pekan ini, Bupati Ipong mengatakan, data Pengadilan Agama Kabupaten Ponorogo menyebutkan, selama tahun 2018 angka perceraian di Ponorogo mencapai 2.067. Dari jumlah ini 680  diantaranya adalah perseceraian yang diajukan oleh pasangan PMI.

“Hal ini menjadi penting untuk diperhatikan, karena ternyata kegiatan yang baik, bekerja mencari nafkah bisa menyisakan ekses atau dampak negatif. Terbukti, (PMI) yang bercerai cukup banyak,” ungkap Bupati Ipong kepada ponorogo.go.id, Jumat (1/3/2019) di kantornya.

Dari uraian laporan soal perceraian yang masuk ke mejanya tersebut, kebanyakan penyebab perceraian bukanlah PMI-nya atau mereka yang berangkat. Sebagian besar, suami yang ditinggal pergi yang menyebabkan perceraian.

Semua pihak menyadari, lanjutnya, bagaimanapun juga ketika sepasang suami istri atau sebuah keluarga yang berpisah dalam jangka panjang bisa menemui masalah bila tidak dilandasi oleh keikhlasan dan kesabaran. Perceraian merupakan sengketa yang tidak bisa dicampurtangani oleh pemerintah seperti sengketa tanah atau kemilikan gedung. Sebab, perceraian merupakan sengketa hati antar suami istri.

“Oleh sebab itu, saya berpesan kepada para PMI agar sebelum berangkat (ke luar negeri untuk bekerja) untuk bicara baik-baik dengan suami atau istrinya. Yakinkan dan pastikan bahwa kepergian ke luar negeri adalah untuk memperbaiki nasib dan kehidupan rumah tangganya. Pesankan ke pasangannya, awakmu ojo neko-neko (kamu jangan macam-macam). Dan tulung setiap hari kalau aku video call diangkat. Silakan itu dibicarakan baik-baik,” kata Bupati Ipong mengulangi jurus komunikasi suami istri yang diberikan kepada para PMI.

Bupati Ipong juga meminta Kepala Disnaker Ponorogo bekerja sama dengan pihak kecamatan dan desa untuk selalu memantau keluarga yang ditinggalkan PMI. Hal ini termasuk dari sisi kesehatan dan pendidikan.

“Ide ini (memperhatikan kelaurga PMI) baru tercetus, ya mungkin belum bisa dilembagakan. Namun, saya ingin pihak desa, perangkat desa, sampai kecamatan dan Disnaker bisa memberi perhatian lebih kepada keluarga yang ditinggalkan,” pungkas Bupati Ipong. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *