Untuk Raih Kembali Adipura, Begini Cara Dinas Lingkungan Hidup Ponorogo

By on March 4, 2019 at 11:29 am 0 444 Views

ADIPURA sebagai bukti kepedulian dan pengelolaan hidup bersih kembali ditekadkan untuk dicapai Kabupaten Ponorogo. Selain partisipasi seluruh warga, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ponorogo punya jurus terbaru.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ponorogo Sapto Djatmiko, Senin (4/3/2019) di kantornya mengatakan, untuk mendapatkan piala Adipura, Ponorogo memang mengalami kendala terbesar pada persoalan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Untuk itu, DLH akan melakukan perubahan tata kelola TPA yang ada, yaitu TPA Mrican.

“Kita (Kabupaten Ponorogo) ini punya TPA yang luasnya di bawah ketentuan untuk dapat Adipura. Syarat dapat Adipura adalah TPA dengan tipe sanitary landfield yang luasnya paling sedikit 4 hektare sementara kita ini TPA-nya hanya 2 hektare,” ungkapnya.

Namun hal ini tidak akan jadi kendala pada penilaian Adipura di 2020 mendatang. Sapto mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan empat hal agar pengelolaan TPA ini tetap bisa mendapatkan penilaian yang baik meski luasnya di bawah ketentuan.

“Solusinya adalah penambahan fasilitas (di TPA Mrican). Baik sistem pengolahan sampah maupun pemanfaatan limbahnya,” tutur Sapto.

Hal pertama yang akan dirubah adalah pengelolaan lindi. Air lindi sebisa mungkin akan diolah menjadi air bersih. Karena lindi adalah bahan berbahaya yang merupakan air resapan inti limbah. Kemudian pengolahan limbah menjadi kompos.

Kedua, pemanfaatan gas metan dari limbah yang ada. Untuk gas metan ini, juga akan dimanfaatkan sebagai biogas dan disalurkan ke warga di lingkungan sekitar. “Bahkan kita akan siapkan kompor-kompor untuk itu,” terangnya.

Selanjutnya adalah pemasangan CCTV atau kamera untuk memantau kondisi TPA dari hari ke hari. Yang tidak kalah penting adalah fasilitas timbangan untuk mengetahui timbulan sampah pada periode tertentu.

Selain itu, ada pula pembuatan taman-taman agar TPA memiliki titik-titik yang asri dan tidak kumuh. “Jadi TPA juga bisa tampak hijau menyegarkan dan bisa juga untuk rekreasi keluarga para warga di Ponorogo” ucapnya.

Jurus lain, lanjut Sapto, adalah mengurangi baru yang ada di TPA. Caranya, selama 2019 ini area sebelah timur yang selama ini menjadi lokasi tumpukan sampah untuk sementara di-nonaktif-kan. Hanya sebelah barat saja yang dipakai sebagai TPA. Sampah yang ada diuruk semua. Model dumping atau model tutup buka tumpukan sampah tidak dilakukan.(Kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *