Banjir Surut, Sebagian Besar Pengungsi Sudah Pulang

By on March 8, 2019 at 10:38 am 0 305 Views

BANJIR yang sudah mulai surut membuat sebagian besar pengungsi di sekitar 20 titik di Ponorogo dan sekitarnya memutuskan untuk pulang. Mereka memilih untuk segera membersihkan rumahnya agar bisa ditinggali lagi dan nyaman berada di rumahnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ponorogo Sumani mengatakan, Pada Jumat (8/3/2019) dinihari, para pengungsi yang berada di Sasana Praja maupun di titik pengungsian lain sudah meminta untuk pulang kepada petugas. Mereka yakin air banjir sudah surut sebab sejak Kamis (7/3/2019) malam hingga Jumat dinihari sudah tidak lagi hujan.

Para pengungsi dari Kelurahan Paju saat meninggalkan lokasi pengungsian gedung Sasana Praja, Jumat (8/3/2019) pagi.

“Banyak yang yakin rumahnya sudah tidak tenggelam. Tapi kami tetap bertanggung jawab sehingga pagi-pagi sekali tadi sudah kami lakukan pengecekan. Ternyata betul, sudah banyak yang surut. Maka pagi ini kita izinkan untuk pulang dan kita antar,” ujar Sumani di lokasi pengungsian Gedung Sasan Praja.

Kepulangan para pengungsi yang dari tengah kota memanfaatkan truk dari Dinas Polisi Pamong Praja dan beberapa kendaraan khusus. Kendaraan ini disesuaikan dengan kondisi pengungsi. Untuk yang hamil dan sakit tertentu memang ada perlakukan khusus atau prioritas.

“Meski sudah pulang, tapi untuk kebutuhan mereka seperti makan dan lainnya tetap disuplai dari dari Dapur Umum Dinsos,” ujarnya.

Jumlah pengungsi di Gedung Sasana Praja pada Jumat (8/3/2019) pagi tinggal 100-an saja. Mereka yang tinggal rata-rata karena genangan banjir di rumahnya masih cukup tinggi.

Dengan begitu, dari 3.048 pengungsi yang terdeteksi di 20 titik di sekitar Ponorogo tinggal sekitar 100-an orang saja. Para pengungsi tersebut rata-rata memang rumahnya belum bisa ditinggali. Sedangkan di titik-titik yang lain sudah banyak yang pulang karena memang mengungsi di sekitar rumahnya saja.

“Sekarang untuk yang sudah pulang ada upaya untuk kerja bakti bersama relawan untuk melakukan pembersihan rumah-rumah warga dari lumpur dan lainnya,” ujarnya.

Mia, 40, warga Brotonegaran, mengaku belum bisa pulang ke rumahnya. Rumahnya yang di dekat tanggul memang sudah tidak terendam, tapi akses ke rumahnya masih terkepung banjir.

“Kemarin itu di dalam rumah air 1 meter saja, tapi di luar rumah ya dalam, sekitar 3 meter. Dan tadi dicek belum memungkinkan untuk pulang. Listrik belum nyala, pompa air nggak tahu hilang atau tidak, jadi kami sekeluarga lima orang memutuskan masih di sini dulu,” ujar Mia yang rumahnya berada di dekat tangkis Brotonegaran ini. (kominfo/dist)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *