Atasi ‘Jeglongan’, Tim Pekja Tambal Sulam Jalan

By on March 11, 2019 at 12:18 pm 0 430 Views

JALAN berlubang alias jeglongan yang muncul menjadi kawan karib para pekeja jalan alias pekja di Ponorogo. Apalagi pasca terjadinya banjir dan genangan pada tengah hingga akhir pekan lalu.

Pemadatan dengan stemper dalam proses tambal sulam dan pemeliharaan jalan i sekitar bundaran Batoro Katong (Luwes), Senin (11/3/2019)

Yuniarso, salah satu pekerja jalan wilayah kota Ponorogo, Senin (11/3/2019) siang mengatakan, pada pekan ini rutinitasnya memang sedikit lebih banyak dari biasanya. Sebab pekerjaan tambal sulam jalan yang harus dilakoninya bersama delapan anggota tim lainnya lebih padat.

“Kalau musim hujan dan setelah ada banjir apa ada genangan gitu ya memang lebih banyak kerjaan. Lebih banyak lubang yang muncul,” ujarnya di sela tambal sulam jalan di bundaran Batoro Katong.

Dikatakannya, setiap hari, ia dan tim yang terdiri delapan pekja memang selalu berkeliling kota. Jalan demi jalan disusuri dengan mobil pikap. Sejumlah material seperti batu, pasir, plinkut dan asbuton alias aspal buton dibawa di bak mobil. Mereka bertugas melakukan pemeliharaan jalan.

Penambalan di Jalan Jaksa Agung Suprapto untuk aspal yang mengelupas,
Senin (11/3/2019)

“Kami mencari lubang-lubang yang ada di jalan. Kami tambal. Metodenya ya tambal sulam. Ini demi keselamatan pemakai jalan. Juga agar lubang tidak semakin lebar dan dalam,” terang Yuniarso.

Soal kekuatan, metode ini tidak perlu diragukan. Pemasangan batu, plinkut, pasir beraspal dan aspal serta diakhiri pemadatan dengan stemper diyakininya sama kuat dengan kualitas jalan di sebelumnya.

“Nah, untuk jalan aspal ini memang ‘musuhnya’ adalah air. Artinya kalau ada genangan, apalagi banjir, ya akan terkelupas. Wong jalan kena air lalu menganga sedikit saja bisa tambah lebar dan dalam kalau ‘ketendhang’ ban mobil yang lewat. Makanya memang harus segera ditambal,” kata dia sambil menyeka peluh di kening.

Di awal pekan ini, kegiatan tambal sulamnya memang lebih banyak. Usai banjir dan genangan pada Rabu (6/3/2019) hingga Jumat (8/3/2019), memang muncul lubang-lubang berbagai ukuran di jalan-jalan di Ponorogo. Ia tidak bisa memastikan jumlah lubang yang muncul akibat hujan deras akhir pekan lalu. Ia hanya berupaya agar lubang yang muncul bisa segera ditambal.

“Satu hari bisa habis 25 sak material kalau habis ada hujan besar atau sampai banjir seperti kemarin. Dan yang penting ya itu tadi, lubang tidak tambah lebar, tidak tambah dalam dan tidak membahayakan pemakai jalan,” ujarnya sambil menyebut di wilayah lain Ponorogo juga ada tim pemeliharaan dengan metode tambal sulam ini. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *