Banyak Pengungsian Mandiri, Pemkab Ponorogo Apresiasi Kesetiakawanan Warga Saat Banjir

By on March 11, 2019 at 3:38 pm 0 227 Views

PEMKAB Ponorogo benar-benar terkesan dan memberikan apresiasi yang tinggi terhadap sikap kesetiakawanan antarwarga saat banjir melanda sejumlah kawasan Ponorogo pada Kamis (7/3/2019) hingga Sabtu (9/3/2019). Banyak warga yang ternyata menggelar pengungsian mandiri saat bencana tersebut datang.

Para relawan dan warga sekitar kantor Dinsos Ponorogo yang berpartisipasi mengemas nasi bungkus untUk para pengungsi banjir selama Kamis (7/3/2019) hingga Sabtu (9/3/2019) lalu.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ponorogo Sumani, Senin (11/3/2019) di kantornya mengatakan, sikap warga yang saling bahu membahu mengatasi kondisi warga saat terjadi banjir dan pasca banjir patut diacungi jempol. Banyak warga yang mau bertindak sebagai relawan untuk mengurusi warga lain yang terdampak banjir.

Sumani mengatakan, sejak Rabu (6/3/2019) malam, jumlah pengungsi memang terus meningkat. Dalam catatan Dinsos sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam mengurusi logistik pengungsi dan korban, jumlah warga yang mengungsi sempat mencapai 3.048 orang pada Kamis malam. Jumlah ini berkurang sangat banyak pada Jumat dan Sabtu karena banjir surut sehingga pengungsi sudah kembali ke rumahnya masing-masing.

Kondisi para pengungsi banjir Ponorogo saat berada di Gedung Sasana Praja, Jumat (8/3/2019) pagi lalu. Saat ini seluruh pengungsi sudah kembali ke rumahnya masing-masing.

“Mengungsi itu artinya ya beralih dari rumahnya karena kondisi darurat. Kemarin itu (saat terjadi banjir) ada tiga jenis pengungsian yang kita temukan. Yaitu yang ditangani oleh pemerintah kabupaten, pengungsi yang ditangani oleh desa dan pengungsi yang ditangani oleh warga sendiri atau pengungsian mandiri” ujarnya.

Untuk pengungsian yang ditangani pemerintah memang berada di dua titik, yaitu gedung Sasana Praja dan Masjid RMAA Tjokronegoro atau masjid jami Alun-Alun Ponorogo. Pengungsian yang ditangani oleh perangkat desa kebanyakan di balai desa, gedung sekolah atau masjid-masjid sekitar banjir.

Sedangkan pengungsian mandiri ini adalah pengungsian oleh warga yang tidak terjangkau oleh perangkat maupun Pemkab Ponorogo. Mereka tinggal di rumah kerabat atau tetangganya yang tidak tergenang.

“Nah, mereka ini (para pengungsi) kita data. Jumlahnya juga cukup banyak. Melalui anggota Tagana (Taruna Siaga Bencana), TKSK (Tenaga Kerja Sosial Kecamatan), Peksos (Pekerja Sosial) dan Pendamping PKH (Program Keluarga Harapan) pengungsi di berbagai titik ini kita data. Jadi kita punya data yang riil yang kita dapatkan dari lapangan, dari lokasi banjir,” jelas Sumani.

Data pengungsi inilah yang menjadi dasar Dinas Sosial untuk mengggerakkan dapur umumnya. “Jadi berapa logistik yang dibutuhan, semua didasarkan pada laporan yang masuk secara riil dari para relawan yang mendampingi korban dan para pengungsi di titik-titik bencana,” ulas Sumani.

Soal gedung Bawaslu dan Rumah Dinas Wabup yang sempat disebut sebagai lokasi pengungsian, Sumani mengatakan, hal ini hanyalah penamaan titik serah terima bantuan logistik kepada pengungsi korban banjir. Lokasi pengungsian dan para pengungsinya sendiri ada di masjid dan rumah perangkat desa di sebelah barat gedung tersebut.

“Jadi titiknya disebut kantor Bawaslu, sebab serah terima logistiknya di situ. Tapi kantornya ya tidak dipakai sebagai pengungsian, kan juga kebanjiran. Untuk serah terima juga ada dokumen serah terimanya. Setelah diterima oleh relawan, ya lalu diangkut ke titik-titik pengungsian. Ya pengungsian yang oleh perangkat atau pengungsian mandiri itu tadi,” kata Sumani.

Pengungsian mandiri ini, lanjut Sumani, patut diapresiasi sebab mereka yang rumahnya tidak tergenang rela rumahnya ditempati. Bukan itu saja, mereka melaporkan jumlah pengungsinya ke Dinsos. Bahkan, kata Sumani, ada yang rela mengambilkan logistik untuk para pengungsi di rumahnya tersebut.

“Kita juga berterima kasih kepada para donatur, dermawan dan relawan. Banyak sekali sumbangan yang masuk dan akhirnya para pengungsi bisa terurus dengan baik. Ada juga yang mengantar sendiri ke lokasi para korban banjir. Ini bukti kesetiakawanan warga Ponorogo yang luar biasa,” pungkas Sumani. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *