Pemkab Ponorogo Terus Giatkan Gemarikan

By on March 13, 2019 at 10:43 am 0 548 Views

IKAN sebagai sumber gizi tinggi dengan harga terjangkau harus semakin digemari oleh anak-anak Indonesia, termasuk di Ponorogo. Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) terus digalakkan agar generasi penerus di Ponorogo semakin cerdas dan sehat.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ponorogo Sri Wahyuni Ipong Muchlissoni saat menari sambil menyanyikan lagu Gemarikan bersama para siswa MI Ma’arif Mangunsuman saat acara Gemarikan di halaman sekolah tersebut, Rabu (13/3/2019).

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ponorogo Sri Wahyuni Ipong Muchlissoni, saat kegiatan Gemarikan di halaman MI Ma’arif Mangungsuman 1 Ponorogo, Rabu (13/3/2019) mengatakan, pemerintah terus mendorong agar masyarakat terutama anak-anak untuk gemar mengkonsumsi ikan. Sebab ikan memiliki gizi yang tinggi dan membantu tumbuh kembang anak.

Para siswa MI Ma’arif Mangunsuman Ponorogo menunjukkan paket makanan tambahan dalam Gemarikan yang digelar di sekolahnya, Rabu (13/3/2019).

“Kita akan terus mendorong agar semua lapisan masyarakat gemar makan ikan. Kabar gembira, saat ini posisi kita (Ponorogo) sudah tidak lagi terbawah dalam konsumsi ikan. Tapi ini masih harus kita tingkatkan. Makan tempe boleh, tapi ikan harus ditambah, ya anak-anak. Ibu-ibu juga ya kalau menyiapkan menu tambahi ya ikannya,” ujarnya di hadapan ratusan siswa MI Ma’arif Mangunsuman.

Menurut wanita yang akrab disapa Bu Ipong ini, bila membeli ikan dirasa memberatkan, maka warga diharapkan bisa beternak sendiri di rumah masing-masing. “Mungkin tidak harus dengan kolam yang besar, tapi yang kecil saja. Kan ada itu inovasi bak kecil yang di atasnya bisa ditanami kangkung,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pertanian Ponorogo Harmanto menambahkan, Gemarikan ini diadakan setia tahun dengan tujuan memberikan contoh untuk pemberian makanan tambahan kepada anak-anak dan siswa SD, MI dan TK di wilayah Kabupaten Ponorogo. Apalagi memang Ponorogo ini bukan kawasan penghasil ikan karena tidak ada wilayah yang berbatasan dengan laut. Padahal kandungan protein dan omega 3 dalam ikan sangat baik untuk membentuk kecerdasan anak-anak Ponorogo.

“Sehingga memang suplai ikan kurang. Kalau sekarang kesadaran makan ikan sudah mulai meningkat, maka pemenuhannya masih terbatas kalau oleh Ponorogo sendiri. Tahun lalu, kekurangan ikan di Ponorogo untuk dikonsumsi adalah 11 ribu ton lebih. Nah, akhirnya kita harus mendatangkan dari daerah lain yang punya laut atau pantai, begitu,” tutur Harmanto.

Sementara itu Kepala MI Ma’arif Mangunsuman Aryk Murol Ikwanudin menyatakan pihaknya telah membuat program makan ikan bersama. “Kita akan jadwalkan sepekan sekali agar anak-anak semakin terbiasa mengkonsumsi ikan,” ungkapnya.

Hal ini sebagai upaya untuk meningkatkan kegemaran makan ikan, meningkatkan gizi anak dan mendorong kecerdasan anak-anak didiknya. (kominfo/dist)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *