Kerugian Akibat Banjir Ponorogo Mencapai Rp 9 M

By on March 14, 2019 at 9:50 pm 0 393 Views

Banjir yang terjadi di Ponorogo sepekan lalu menimbulkan kerugian sekitar Rp 9 miliar. Kerugian ini muncul dari kerusakan infrastruktur dan kerusakan lahan pertanian yang berakibat puso. Tidak ada korban jiwa timbul atas bencana.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni saat memberikan keterangan pers terkait kerugian akibat banjir Ponorogo pekan lalu di ruang kerjanya,Kamis (14/3/2019).

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni di ruang kerjanya, Kamis (14/3/2019), mengatakan, terdapat dua sektor utama yang menimbulkan kerugian pada banjir yang merendan sekitar delapan kecamatan tersebut. Sektor pertama adalah infrastruktur seperti kerusakan talud, plengseng dan ambrolnya jembatan. Sektor kedua adalah pertanian.

“Akibat banjir, ada 13 talud dan plengseng yang ambrol. Tapi kurigiannya tidak banyak karena masih terbuat dari tanah. Sedangkan untuk jembatan ada lima buah yang putus,” ungkap Bupati Ipong.

Kelima jembatan adalah jembatan di Desa Broto, Kecamatan Slahung; jembatan di Desa Nambak, Kecamtan Bungkal (jembatan ruas jalan kabupaten); jembatan di Dusun Masaran, Desa Nambak (ruas jalan desa), jembatan di Desa Krisik, Kecamatan Pudak; dan jembatan Duri (pondasi sebelah selatan).

“Total kerugian jembatan ini sekitar Rp 6,8 miliar. Ada yang Rp 1 miliar, ada Rp 750 juta dan sebagainya,” ulas Bupati Ipong.

Untuk pertanian, sawah yang terencam mencapai 1.700 hektare. Dari luasan ini, sekitar 350 hektare mengalami puso atau gagal panen. Sawah yang puso inilah yang dihitung kerugiannya.

Pada sektor pertanian ini, kerugian yang timbul dihitung menggunakan cara yang dipakai oleh asuransi pertanian. Saat ini, asuransi pertanian menjamin sawah dengan besaran Rp 6 juta per hektare per musim.

“Dengan luasa yang puso ini maka kerugian di sektor pertanian mencapai Rp1,8 miliar,” terang Bupati Ipong.

Satu sekolah di Ngrayun plengsengnya longsor. Kerugiannya mencapai Rp 200 juta.

“Jadi total adalah Rp 9 miliar termasuk dana operasional kegiatan penanggulangan banjir dan longsor,” tegas Bupati Ipong.

Selain kedua sektor, hampir tidak ada kerugian lain. Tidak ada sekolah yang rusak meski beberapa dilaporkan tergenang. Begitu pula bangunan puskesmas ada yang tergenang namun tidak rusak. Ternak juga tidak ada yang dilaporkan menjadi korban. Satu buah rumah warga di Kelurahan Paju yang ambruk akibat banjir akan dibangunkan oleh Pemkab Ponorogo. (kominfo/dist)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *