Perpindahan Warga Desa Watubonang ke Kasembon Malang, Pemkab Ponorogo Bentuk Tim Selidik dan Cegah

By on March 14, 2019 at 3:52 pm 0 549 Views

TIM untuk melakukan penyelidikan dan pencegahan langsung dibentuk oleh Pemkab Ponorogo untuk mengetahui berbagai hal terkait fenomena perpindahan puluhan warga Desa Watubonang, Kecamatan Badegan, menuju Desa Kasembon, Malang. Kabar sementara mereka berangkat ke Malang karena kabar kiamat sudah dekat.

Tim yang dibentuk Kamis (14/3/2019) pagiini ini bertugas mencari data warga yang terindikasi akan pindah ke Kasembon dan mencegah keberangkatan. Anggotanya dari Majelis Ulama Indonesua (MUI) Ponorogo, PCNU Ponorogo, PD Muhammadiyah, Camat Badegan, Danramil Badegan, Kapolsek Badegan dan dipimpin oleh Kepala Bakesbangpoldagri Kabupaten Ponorogo.

“Pagi tadi saya sudah membentuk tim yang diketuai oleh Kepala Bakesbangpoldagri untuk turun ke sana. Tim turun ke Watubonang lebih dulu karena diindikasikan di desa ini banyak pengikutnya, hampir 300 orang katanya. Maka sebelum mereka berangkat atau pergi kita cegah dulu,” ungkap Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni, Kamis (14/3/2019) di Pringgitan (Rumah Dinas Bupati Ponorogo).

Diungkapkannya, Pemkab juga akan melakukan upaya yang sifatnya itu sedikit ‘tekanan’. Ini supaya mereka lebih cepat memahami. “Sejak tadi pagi hal ini sedang berlangsung. Kadesnya kita minta mengumpulkan warganya yang terindikasi ikut itu (thoriqoh AS). RT-nya, perangkat desa dan masyarakatnya, seluruhnya didatangkan ke balai desa. Tim itu memberikan pemahaman kepada mereka,” tutur Bupati Ipong.

Tidak berhenti di situ. Rencananya pada Jumat (15/3/2019) Bupati Ipong akan mengumpulkan unsur tiga pilar di tingkat kecamatan, yaitu camat, danramil dan kapolsek se-Ponorogo. Tiga pilar ini akan diminta untuk mengumpulkan seluruh kepala desa di wilayahnya dan kepala desa itu mengumpulkan seluruh warganya.

“Ini supaya mereka melakukan himbauan agar tidak ikut oleh ajaran- ajaran yang tidak masuk akal,” imbuhnya.

Ditambahkannya, dari laporan sementara, ajaran thoriqoh AS isinya bagus, tidak ada yang menyimpang. Tapi, lanjutnya, pada prakteknya ada yang janggal. “Sepertinya sesat, dan itu dibuktikan mereka sendiri sepertinya mengelak kalau dikatakan sesat,” kata Bupati Ipong.

Bupati Ipong mengatakan, Kamis pagi ia juga mendapat kabar dari Kapolres Ponorogo bahwa Polres Ponorogo telah mengirimkan anggotanya menuju Kasembon untuk memeriksa warga Ponorogo berinisial KAT. KAT ini diduga warga Desa Watubonang yang menjadi tokoh dalam thoriqoh yang mempengaruhi banyak orang untuk pindah karena ‘kabar’ kiamat sudah dekat ini.

Soal upaya lain Bupati Ipong memang belum bisa melakukan tindakan atau upaya lebih jauh dan upaya maksimal lainnya. Sebab, dari pihak berwenang belum menyebut hal ini sebagai sebuah tindakan tersesat, tindak pidana atau hal yang lainnya. Pemkab juga tidak ada dalam ranah melakukan pelarangan kalau ada warga yang akan melakukan perjalanan atau menjual hartanya sendiri. (kominfo/dist)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *