Perbaikan dan Pembangunan Jalan Mulai Menyasar Pinggiran, Tapi Ada Syaratnya

By on March 21, 2019 at 2:31 pm 0 310 Views

PERBAIKAN dan pembangunan jalan-jalan di Ponorogo mulai 2019 ini mulai akan menyasar kawasan Ponorogo yang berada di pinggiran. Hal ini mengingat jalur-jalur primer atau jalur utama kabupaten sudah relatif bagus.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Kabupaten Ponorogo Jamus Kunto, Kamis (21/3/2019) di kantornya mengatakan, saat ini data jalan rusak di Ponorogo tinggal 18-19 persen saja. Jalan-jalan ini sebagian besar adalah jalur sekunder atau jalan-jalan lokal yang menguhubungkan desa-desa di Ponorogo.

“Saat ini jalan rusak tinggal 18-19 persen. Ini pencapaian yang luar biasa sejak 2015 akhir (kerusakan jalan lebih dari 50 persen). Dan sesuai skala prioritas, kita akan mulai sentuh penyelesaian (perbaikan) ke daerah-daerah yang berada di tepi. Jalur-jalur sekunder, jalur-jalur yang lokal, yang kita tekankan untuk perbaikan. Yang primer tetap akan kita pelihara, urat nadi (jalan utama) kita sudah bagus),” ungkap Jamus.

Meski mulai menyasar jalur-jalur kecil, Jamus mengatakan ada sejumlah syarat agar jalan yang ada tetap terpelihara dan kondisinya baik. Termasuk untuk jalan-jalan yang akan diperbaiki di tahun ini dan tahun depan.

Pertama, kata Jamus, seluruh masyarakat harus mengubah pola pikirnya. Jalan yang ada sebisa mungkin tidak dilalui kendaraan atau alat angkut yang melebihi kekuatan jalan.

“Jalan di jalur-jalur kecil ini umumnya rusak karena ketidaksesuaian kapasitas jalan dengan beban muatan. Artinya, kendaraan yang melintas ini membawa beban yang terlalu berat sehingga jalan tidak kuat menanggungnya sehingga cepat rusak,” ungkapnya.

Kedua, jalan-jalan yang ada tersebut harus dilengkapi dengan fasilitas pendukung. Fasilitas tersebut antara lain adalah saluran air yang bagus di kanan kiri jalan. Kalau setiap hujan air menggenang di jalan tentu jalan tidak akan awet.

“Saluran air pun harus dipelihara agar tidak tersumbat,” ulasnya.

Ada pula rencana untuk memodifikasi jalan agar mampu menahan beban yang lebih berat. Namun Jamus belum memberikan uraian tentang cara peningkatan kapasitas jalan ini.

“Ketiga, kita minta kawan-kawan instansi terkait untuk melakukan pamantauan supaya alat angkut yang lewat tidak melebihi tonase yang ditentukan (pada kelas jalan yang dilalui),” pungkasnya.

Jalan yang ada merupakan fasilitas untuk masyarakat. Maka, masyarakat juga memiliki peran untuk ikut memilihara fasilitas yang penting ini untuk kehidupannya. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *