Kapolres Ponorogo Himbau Warga Tidak Terbangkan Balon Raksasa

By on May 14, 2019 at 11:34 pm 0 277 Views

BALON udara berukuran raksasa yang sering diterbangkan oleh warga Ponorogo untuk merayakan Idul Fitri dinilai mengganggu penerbangan. Karenanya, Kapolres Ponorogo AKBP Radiant menghimbau seluruh warga Ponorogo untuk tidak melepas balon raksasa pada hari raya Idul Fitri tahun ini.

Dikatakannya di sela Safari Ramadhan di Desa Maron, Selasa (14/5/2019) malam, AKBP Radiant mengatakan, balon udara yang selama ini diterbangkan warga Ponorogo dan sekitarnya telah menimbulkan keluhan dari banyak pihak. Pihak ini utamanya adalah otoritas penerbangan.

Kapolres Ponorogo AKBP Radiant saat memberikan himbauan di sela Kegiatan Safari Ramadhan 2019/1440 H di Desa Maron, Kecamatan Kauman, Selasa (14/5/2019) malam.

“Lebaran lalu saya mendapat telepon langsung dari beberapa pimpinan Mabes (Markas Besar) Polri dan Mabes TNI dengan keberadaan balon udara di wilayah udara kita ini dan berasal dari Ponorogo ini. Sebab balon ini membahayakan penerbangan yang melintasi wilayah udara di atas kita ini,” ujarnya.

“Karena itu, saya himbau untuk tidak menerbangkan balon udara. Mari kita ciptakan suasana kamtibmas yang aman dan kondusif,” ajaknya.

Untuk menggantikan tradisi ini, pihaknya telah menyiapkan pestival balon udara. Namun balon-balon tersebut tidak dilepaskan begitu saja, tapi diberikan tali kendali. Dengan begitu balon bisa diturunkan dan tidak akan terbang tidak tentu arah sampai menganggu penerbangan. Soal waktu pelaksanaan, AKBP Radiant menyatakan masih dalam pembahasan.

“Seperti tahun lalu itu lah, lebih bagus kan,” ungkapnya di depan warga.

AKBP Radiant juga mengingatkan, pelarangan penerbangan balon udara sebenarnya iatur pada pasal 421 ayat (2) UU nomor 9 tahun 2009 tentang Penerbangan. Balon udara tanpa awak masuk kategori halangan yang membahayakan keselamatan penerbangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 210 UU tersebut. Ancaman pidananya adalah penjara hingga tiga tahun dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *