Ternyata Ada Maksud Lain dari Maksud Umroh Gratis Pemkab Ponorogo

By on May 14, 2019 at 11:32 pm 0 280 Views

UMROH Gratis 1000 Kyai Kampung dan Marbout yang menjadi salah satu program kerja Pemkab Ponorogo ternyata bukan hanya untuk memberikan penghargaan kepada kyai dan merbot yang dinilai berjasa memperlancar ibadah warga Ponorogo.

Ada maksud lain dari Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni dan Pemkab Ponorogo dengan adanya program yang rencananya akan dilaksanakan hingga akhir masa jabatan bupati Ponorogo.

“Maksud yang utama jelas sekali, kami menghargai para kyai dan marbot. Karena coba kita bayangkan kalau tidak ada mereka, seperti apa kondisi masjid-masjid dan musola-musola kita ini. Mungkin akan kotor dan kita tidak nyaman untuk beribadah di dalamnya,” ungkap Bupati Ipong di sela Safari Ramadhan 2019/1440 H di Desa Maron, Selasa (14/5/2019) malam.

 

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni menyerahkan bingkisan dari Bank Jatim dalam kegiatan Safari Ramadhan 2019/1440 H di Desa Maron, Kecamatan Kauman, Selasa (14/5/2019) malam.

“Selain itu, program yang disebut umroh gratis ini juga untuk mendorong agar takmir masjid atau musola segera mengurus sertifikat wakaf dari tanah dan bangunannya. Mengapa? Karena ternyata di beberapa kota besar ada banyak sengketa antara ahli waris pewakaf dengan warga atau jamaah karena tidak jelas statusnya meskipun secara lesan sudah diwakafkan,” kata Bupati Ipong.

Mengapa umroh gratis menjadi dorongan pensertifikatan masjid atau musola wakaf? Bupati Ipong menerangkan, pada umroh gratis ini salah satu syarat untuk pesertanya adalah mereka mengabdi pada masjid atau musola wakaf yang telah jelas statusnya. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan sertifikat wakaf dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) atas tanah dan bangunan tempat ibadah tersebut.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni mendampingi salah satu pimpinan BRI Ponorogo menyerahkan paket infaq dalam kegiatan Safari Ramadhan 2019/1440 H di Desa Maron, Kecamatan Kauman, Selasa (14/5/2019) malam.

“Sehingga kalau ada yang mengusulkan merbot atau kyainya, tapi belum bersertifikat (masjid atau musolanya) maka bisa mengurus lebih dulu. Dengan begitu bisa memenuhi syarat program di periode berikutnya. Dan juga bisa menghindarkan sengketa di masa mendatang,” ulasnya.

Sampai saat ini, sudah 376 kyai, marbot dan guru ngaji berprestasi yang diberangkatkan umroh ke tanag suci oleh Pemkab Ponorogo. Rencananya sekitar November atau Desember akan diberangkatkan sekitar 100 orang peserta lagi. Pada 2020 akan diberangkatkan sekitar 500 peserta progam umroh gratis ini. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *