Beginilah Bila Warga Renta dan Idiot di Ponorogo Jadi Viral Medsos

By on May 29, 2019 at 10:04 pm 0 168 Views

VIRAL alias virus digital tentang seorang nenek tua yang merawat tiga saudaranya yang mengalami gangguan mental dan lumpuh benar-benar membuat trenyuh. Kondisinya yang serba kekurangan dan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari membuat pemerintah segera bertindak. Paket sembako pun dikirim hingga ke rumah empat bersaudara tersebut.

Adalah Miratun, seorang warga Dusun Kayen, Desa Krebet, Kecamatan Jambon, Ponorogo. Lebih dari sepekan ini kondisi kesehatannya menurun. Wanita yang merupakan tumpuan ketiga saudaranya, Legi, Mesinem dan Sarmun, jadi tidak bisa beraktifitas seperti biasa. Memasak pun tak bisa dilakukannya.

Rabu (29/5/2019) siang Kepala Dinsos dan P3A Kabupaten Ponorogo Sumani saat menyerahkan bantuan kepada keluarga Miratun yang kondisi terkininya sempat viral di medsos.

Kondisi ini diketahui oleh warga yang aktif di medsos. Lalu difoto dan diunggah di media sosial. Unggahan ini dilengkapi keterangan tentang seorang nenek renta warga Dusun Gupak Warak, Krebet, mengalami hidup bersama saudara-sudaranya yang mengalami gangguan jiwa.

“Kabar ini sampai ke Bupati (Ponorogo, Ipong Muchlissoni). Kami diberi terusan (forward) kabar itu. Lalu kami segera bergerak,” ujar Kepala Dinas Sosial dan P3A Kabupaten Ponorogo Sumani, Rabu (29/5/2019).

Setelah melakukan pengecekan di lapangan, ternyata keluarga yang dimaksud bukan tinggal di Dusun Gupak Warak. Keempatnya adalah warga Dusun Kayen, Desa Krebet.

“Dari foto (di medsos) diketahui mereka adalah keluarga ibu Miratun. Setelah dicek benar ternyata benar. Mereka adalah warga yang sudah menjadi binaan RKS (Rumah Kasih Sayang, panti sosial penyantunan dan pengasuhan warga dengan keterbelakangan mental) sejak RKS berdiri (pada 2011),” kata Sumani. Disebutkannya, mereka adalah warga miskin yang ada dalam BDT (Basis Data Terpadu) dan penerima berbagai bantuan sosial dari pemerintah.

Setelah pengecekan, pihaknya segera menyiapkan paket sembako untuk keluarga tersebut. Paket ini diantarnya sendiri bersama tim ke rumah keluarga  Miratun. Rabu siang, paket ini telah diterima oleh Miratun.

Sumani menambahkan, sebagai warga binaan RKS, tiap bulan Miratun dan keluarga telah mendapatkan bantuan bahan makanan. Bantuan lain yang pernah diberikan adalah hewan ternak kambing. Bahkan sudah dua kali dan berkembang biak cukup baik. Ini karena untuk pemeliharaan juga mendapatkan bantuan dan pendampingan dari warga sekitar.

“Baru-baru ini jembatan bambu menuju ke rumahnya juga kita perbaiki,” imbuh Sumani.

Dikatakannya, Miratun dan Legi selama ini masih aktif dalam kegiatan pembuatan kerajinan kemoceng di RKS. Sedangkan Mesinem yang idiot dan lumpuh serta Sarmun yang idiot dan buta memang tidak bisa beraktifitas apapun. Namun, mereka tidak mengalami gangguan jiwa seperti yang ditulis oleh seseorang di medsos. Yang mereka alami adalah keterbelakangan mental.

“Kebetulan Miratun agak sakit. Akhirnya beberapa hari ini dia tidak bisa memasak buat keluarganya itu. Solusinya, keluarga itu dikirimi makanan jadi siap santap setiap hari,” ujarnya. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *