Korban Banjir Ponorogo Dapat Beras 19,6 Ton

By on May 29, 2019 at 10:11 pm 0 188 Views

KORBAN banjir Ponorogo 7-9 Maret lalu mendapatkan bantuan beras dengan jumlah total 19,6 ton. Beras dalam program Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dari Pemprov Jatim tersebut diserahkan kepada 1184 KK korban di tiga kecamatan di Ponorogo.

Penyerahan santunan ini dilaksanakan di pendopo Kelurahan Paju, Kecamatan Ponorogo, Rabu (29/5/2019). Setiap KK mendapatkan bantuan sekitar 16,5 kg beras dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim sebagai lembaga yang membidangi hal ini.

Beras dari Pemprov Jatim yang baru saja tiba di Ponorogo dan disimpan di salah satu ruangan di Kantor Desa Paju, Rabu (29/5/2019).

Penyerahan bantuan beras dari Pemprov Jatim kepada warga Desa Paju oleh pihak kepolisian setempat, Rabu (29/5/2019).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Ponorogo Andi Susetyo mengatakan, pihaknya tidak memiliki stok beras untuk bantuan. Namun, karena himbauan bupati bahwa setiap OPD sebisa mungkin membantu, maka dinasnya pun mengambil langkah berupa pengajuan bantuan kepada Pemprov Jatim. Hal ini dilakukan beberapa waktu setelah banjir surut.

Namun langkah yang telah disetujui bupati ini  ternyata baru bisa terlaksana saat ini. Pihak Pemprov Jatim baru menyetujui permintaan dari Ponorogo dan langsung mengutus Dinas Ketahahan Pangan Jatim untuk mengirim bantuan berupa beras.

“Ini adalah tanggung jawab kami untuk membantu masyarakat yang menjadi korban banjir saat itu. Jadi kami harus membantu,” ungkap usai penyerahan bantuan.

Terdapat tiga kecamatan yang mendapatkan bantuan ini. Yaitu Kecamatan Ponorogo sebesar sekitar 18,3 ton untuk 1109 KK penerima, Kecamatan Slahung sekitar 800 kg untuk 48 KK penerima dan Kecamatan Balong sebanyak sekitar 447 kg untuk 27 penerima. Data untuk pengajuan didasarkan pada catatan dari BPBD Ponorogo.

“Mengapa ada bantuan? Ini karena orang yang terkena banjir tentu mengalami kerugian. Terjadi kekurangan pangan. Maka dilakukan bantuan. Soal hitungannya tentu disesuaikan dengan aturan perundangan yang berlaku,” kata Andi.

Kepala Bidang Ketersediaan dan Cadangan Pangan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan Provinsi Jatim M Suhaidi Arifin yang mengawal pengiriman bantuan beras mengatakan, CPP memang dikeluarkan untuk membantu warga yang mengalami bencana.

“Termasuk untuk banjir Ponorogo beberapa waktu lalu. Kita memang punya CPP dan sesuai amanah undang-undang harus dikeluarkan saat ada kejadian seperti di Ponorogo ini,” ujarnya.

Meski dinilai terlambat, Andi mengatakan bantuan ini tetap harus disyukuri. Apalagi momentnya adalah menjelang lebaran. “Ya dengan begitu akan bisa membantu saat merayakan Idul Fitri nanti,” pungkasnya. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *