Beberapa Jalan di Ponorogo Ekstrim, Ini Tips dari Polisi Untuk Para Pematic

By on May 31, 2019 at 8:05 pm 0 372 Views

SEJUMLAH jalan di Ponorogo dinilai memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi untuk dilalui. Karena itu, ada cara yang disarankan dalam berkendara agar tetap selamat dalam menempuh jalan-jalan tersebut. Khususnya bagi warga Ponorogo yang akan berkunjung kepada sanak saudaranya saat hari-hari lebaran mendatang.

Kanit Laka Polres Ponorogo Ipda Badri, Jumat (31/5/2019) mengatakan, jalan yang dinilai ekstrim ini sangat terkait dengan kondisi geografis Ponorogo yang dikelilingi gunung dan bukit. Jalanan yang menanjak atau menurun curam serta berkelok harus menjadi perhatian para pengendara. Utamanya untuk kendaraan yang menggunakan mesin jenis matic.

Polisi saat melakukan evakuasi terhadap korban dan kendaraan jenis matic yang terperosok ke jurang dekat tanjakan di jalan Bungkal-Ngrayun beberapa waktu lalu.

Jalan tersebut di antaranya berada di daerah Ngrayun, Slahung, Sawoo, Sooko, Pulung, Ngebel dan Pudak. “Sudah beberapa kali ada kejadian kecelakaan karena menurun terlalu laju. Kesulitan mengerem,” ungkapnya.

Untuk itu, kata Ipda Badri, pengendara kendaraan bermotor memang harus berhati-hati. Perhatian lebih tinggi harus diberikan oleh pengguna kendaraan jenis matic.

“Kalau menurun tajam harus perlahan. Kecepatan harus dijaga antara 10 km per jam sampai 15 km per jam saja,” ungkap Ipda Badri menyebut tips pertama.

Mengapa begitu? Menurut Ipda Badri, saat melalui turunan, kendaraan cenderung akan bertambah kecepatan dengan sendirinya karena adanya gaya tarik bumi. Bila kecepatan tidak dijaga, kendaraan tanpa disadari bisa melaju kencang tak terkendali.

“Untuk matic harus lebih diperhatikan. Mesin jenis ini tidak ada sistem engine break (semacam tarikan melambat dari mesin). Maka matic cenderung ‘lari’ sendiri bila tidak direm dengan baik,” ungkapnya.

“Kalau sudah lari dengan kecepatan di atas 30 km per jam, matic sangat berbahaya saat menurun. Bisa blong remnya. Bisa berujung celaka,” ungkapnya.

Tips berikutnya, adalah menjaga jarak dengan kendaraan di depannya. “Usahakan jaraknya cukup untuk berhenti. Ini untuk mengantisipasi bila kendaraan di depannya mengalami sesuatu,” ungkapnya.

Terakhir, adalah selalu mengecek kondisi rem kendaraan. “Yakinkan rem kondisinya baik. Bila tidak, bisa jadi rem putus di tengah jalan. Ini juga sangat berbahaya,” pungkasnya. (kominfo/dist)

  Umum
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *