Sisa APBD 2018 Ponorogo Capai Rp 132 M, Bupati : Itu Efisiensi

By on June 11, 2019 at 8:34 pm 0 185 Views

BUPATI Ponorogo Ipong Muchlissoni menyatakan tidak perlu risau dengan adanya sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) APBD 2018 yang mencapai Rp 132 miliar lebih. Sebab menurutnya hal ini menjadi bukti efisiensi dalam pengelolaan keuangan negara oleh Pemkab Ponorogo.

Silpa ini memang sempat disebut-sebut oleh juru bicara salah satu fraksi di DPRD Ponorogo saat Rapat Paripurna DPRD Ponorogo tentang Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Ponorogo 2018, Selasa (11/6/2019), di Ruang Sidang Utama Gedung DPRD Ponorogo. Hal ini karena ada kenaikan cukup mencolok pada silpa tahun 2018 dibanding silpa tahun 2017. Yaitu dari sekitar Rp 45 miliar menjadi sekitar Rp 132 miliar.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni saat menemui awak media usai Rapat Paripurna DPRD Ponorogo tentang Pembahasan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Ponorogo 2018, Selasa (11/6/2019).

“Menurut saya gak apa-apa ada silpa. Dari diskusi saya dengan pejabat Kemenpan-RB (Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) bahwa harus ada perubahan cara pandang dalam pengelolaan keuangan. Yaitu harus meningkatkan kinerja dan bukan menghabiskan uang,” kata Bupati Ipong usai Rapat Paripurna.

Dijelaskannya, di masa lalu silpa yang tinggi memang menjadi masalah. Ini karena sebagian besar uang sisa tersebut tidak terserap karena kegiatan yang direncanakan tidak terlaksana dengan baik sebagian atau seluruhnya. “Contohnya ada pengadaan buku sekian miliar rupiah. Ternyata tidak terlaksana dengan baik dan jadi silpa. Maka itu menjadi kerugian bagi masyarakat. Itu dulu,” jelasnya.

Saat ini, munculnya silpa ini bukan karena hal-hal yang demikian. Silpa hadir karena kinerja pemerintah cukup efisien. “Misal ada proyek senilai Rp 200 miliar tapi bisa dikerjakan dengan Rp 180 miliar, maka ini adalah efisiensi, bukan tidak terserap,” ujar Bupati Ipong memberi contoh.

“Dan, saya nyatakan, silpa kita kali ini adalah semuanya efisiensi. Rp 132 miliar itu silpa efisiensi,” tegasnya.

Selain efisiensi, silpa 2018 muncul dari kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari beberapa sumber pendapatan. “Tahun lalu RSUD Harjono itu pendapatannya melebihi target. Itu kan kan jadi silpa juga,” katanya. (kominfo/dist)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *