Diberi Dana Stimulan, 4.000-an Jamban Selesai Dibangun

By on June 12, 2019 at 4:26 pm 0 247 Views

HAMPIR 4000-an jamban sehat atau hampir 90 persen target pembangunan jamban sehat selesai dibangun di seluruh Ponorogo pada Juni 2019 ini. Ini karena program jambanisasi dengan dampingan dana stimulan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo telah bisa dilaksanakan oleh warga di desa-desa sasaran.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo Rahayu Kusdarini, Rabu (12/6/2019) mengatakan, pihaknya memang sedang melakukan upaya pembangunan jamban sehat untuk keluarga-keluarga Ponorogo. Ada lebih dari 4.462 jamban sehat yang direncanakan dibangun dengan dana lebih dari Rp 3,7 miliar. Tiap satu unit jamban bisa dibangun dengan dana stimulan sebesar Rp 831 ribu.

“Dana itu adalah stimulan dengan harapan ada pemberdayaan masyarakat dalam pembuatan jamban itu. Dana kami serahkan ke desa berupa bantuan keuangan desa. Mekanisme pendanaan pembangunan melalui sistem keuangan desa (Siskeudes). Jadi bukan kami yang melaksanakan, tapi desa. Hampir 90 persen jamban sudah selesai dibangun,” urai pejabat yang akrab disapa Irine ini.

Soal besaran dana stimulan, Irine mengatakan hal ini sesuai dengan simulasi yang dilakukan oleh pihaknya. “Bahwa untuk membuat satu jamban yang sehat perlu dana sebesar itu. Tentunya ini dengan pemberdayaan masyarakat ya. Lalu ini bukan jamban yang bagus sekali karena ini adalah upaya kita agar bisa lebih banyak warga yang memiliki jamban sehingga Ponorogo ini bisa lebih cepat menjadi kabupaten ODF (Outdoor Defecation Free/Tidak ada warga yang buang air besar di luar rumah),” jelasnya.

ODF penting agar masyarakat bisa melakukan pola hidup sehat. Sebab bila masih banyak warga yang buang air besar di luar rumah maka kondisi lingkungan tentu buruk. Kalau di sungai, tentu akan menjadi polusi.

Dikatakannya, kalau ada beberapa daerah yang belum menjalankan program ini Irine mengakuinya. Hal ini terus menjadi pantuan Dinas Kesehatan. Pihaknya terus mengingatkan kepala desa secara lisan maupun tertulis.

“Mungkin mereka masih ada kesibukan sehingga belum bisa melaksanakan pembangunan. Tapi kami terus melakukan pengawasan, komunikasi dan koordinasi untuk hal ini. Kami tidak tinggal diam kok,” katanya. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *