Bupati Minta Pelaksanaan Program Jambanisasi Dengan Dana Stimulan Dievaluasi

By on June 13, 2019 at 5:25 pm 0 69 Views

BUPATI Ponorogo Ipong Muchlissoni meminta pihak-pihak terkait melakukan evaluasi terhadap program jambanisasi yang dilaksanakan dengan pemberikan dana stimulan kepada warga yang rumahnya belum dilengkapi jamban.

Kepada ponorogo.go.id, Kamis (13/6/2019), Bupati Ipong menyatakan, dana tersebut memang bersifat stimulan atau pancingan sehingga diperlukan pemberdayaan masyarakat desa. Baik untuk bergotong-royong alias kerja bakti dalam pembangunan maupun menyokong kekurangan pembiayaan pembuatan jamban.

“Anggaran pembuatan jamban itu diserahkan (dari Dinkes) kepada desa. Oleh desa diserahkan kepada masyarakat. Masyarakat dikongkon nggawe jamban dewe (diminta membuat jamban sendiri). Ini yang menurut saya kurang tepat,” ungkapnya.

Bupati Ipong menyatakan, ia ingin jamban yang dibangunkan untuk warga sesuai dengan standar dari WHO (World Health Organization/organisasi kesehatan dunia milik PBB) atau standar SNI (Standar Nasional Indonesia).

“Kalau itu, butuh dana sekitar Rp 3 juta lebih atau hampir Rp 4 juta. Itu jambannya akan pokro. Layak,” tutur Bupati Ipong.

Masih menurutnya, lebih baik program ini mengejar efektifitas dan kualitas jamban daripada mengejar kuantitas. “Memang kalau orang tidak mampu mau diberi dana ya pasti bilang sanggup. Tapi apakah nanti benar-benar jadi (jambannya)?” ujarnya.

“Kita tidak perlu mengejar 100 persen ODF (Outdoor Defecation Free/Tidak ada warga yang buang air besar di luar rumah), tapi efektifitas program. Daripada Rp 831 ribu tidak jadi apa-apa, lebih baik Rp 4 juta tapi program efektif. Sedikit tidak apa-apa,” ucap Bupati Ipong.

Bupati Ipong menyatakan akan meminta pelaksanaan program dengan anggaran 2018 ini diaudit. Inspektorat Kabupaten Ponorogo menurutnya bisa segera melaksanakannya. “Biar nanti inspektorat yang mengaudit. Biar ketahuan jambannya sudah dipasang ataukah belum,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo Rahayu Kusdarini mengatakan, program jambanisasi di Ponorogo memang telah dilaksanakan. Sasarannya adalah membangun 4.462 jamban sehat di seluruh kecamatan yang belum ODF. Dananya mencapai Rp 3,7 miliar atau sekitar Rp 831 ribu untuk pembuatan satu unit jamban.

Hingga Juni ini, sudah jumlah jamban yang dibangun sudah mencapai sekitar 4.000 unit. Jumlah ini mencapai hampir 90 persen dari target atau sasaran. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *