Lestarikan Bumi Lewat Seni Budaya

By on July 26, 2019 at 2:33 pm 0 112 Views

KENDURI Bungah yang dihelat Desa Bedingin, Kecamatan Sambit, Ponorogo, tidak hanya menjadi ritual kesyukuran atas panen dan anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa. Acara ini juga menjadi upaya merawat bumi sebagai tanah tempat hidup dan berpijak.

Kepala Desa Bedingan Marjuki mengatakan, Kenduri Bungah merupakan kegiatan rutin dalam rangka memanjatkan rasa syukur terhadap Sang Pencipta. Umumnya, Kenduri Bungah dilaksanakan tiap tiga atau empat bulan sekali seusai panen.

“Tapi kali ini beda, kita menampilkan berbagai seni dan budaya serta sejumlah pelatihan,” ungkap Marjuki di sela pelaksanaan Kenduri Bungah Kamis (25/7/2019) malam.

Kenduri Bungah juga menampilkan seni asli Ponorogo ‘Jathil Sepuh’ yang penarinya asli dari Desa Bedingin.

Pelatihan alias workshop yang digelar antara lain adalah workshop musik, tari, pengelolaan sampah plastik dan pariwisata desa.

“Jadi satu pesan besar dari Kenduri Bungah kali ini adalah tentang mencintai dan mempertahankan bumi. Melalui kesenian dan kebudayaan, kita membina anak-anak muda untuk menyadari pentingnya kelestarian alam,” ungkap Marjuki.

“Sedangkan melalui workshop pengelolaan sampah plastik kita berikan agar kita semua ini mengurangi penggunaan plastik agar bumi tetap lestari. Materinya adalah daur ulang sampah dan cara mengurangi sampah plastik itu sendiri. Bukti nyatanya, saat kenduri ini kita tidak memakai bungkus plastik tapi pakai daun pisang dan daun jati,” ujarnya.

 

Workshop desa wisata juga digelar untuk meningkatkan penggarapan wisata-wisata di seluruh wilayah Sambit. Terutama untuk menggali dan meningkatkan potensi yang ada. Kegiatan yang dipusatkan di Kawasan Lemah Gemplah ini menjadi upaya untuk menghidupan kembali potensi wisata di Sambit seperti Beji Sirah Keteng dan museum desa setempat. (kominfo/dist/ris)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *