Desa Harus Punya Inovasi Agar Lebih Maju

By on August 6, 2019 at 10:16 pm 0 123 Views

INOVASI dalam mengelola desa menjadi langkah yang harus dimiliki kalau sebuah desa ingin lebih maju dan makmur. Inovasi akan mampu menggali dan mengembangkan potensi yang ada demi kemajuan bersama.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni memberikan arahan di sela Bursa Inovasi Desa CLuster 2 di Taman Sokosewu, Kecamatan Sukorejo, Selasa (6/8/2019)

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni (kaos putih kanan) bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Jatim M Yasir (kaos putih berkacamata) dan Wabup Ponorogo Soedjarno (seragam coklat kiri) saat mengunjungi stand TPID Kecamatan Sampung usai pembukaan Bursa Inovasi Desa CLuster 2 di Taman Sokosewu, Kecamatan Sukorejo, Selasa (6/8/2019)

“Bursa Inovasi Desa bisa menjadi terobosan untuk menemukan ide-ide dan inovasi dalam mengelola desa. Inovasi penting kalau sebuah desa mau maju dan tidak tertinggal dari daerah yang lain,” ungkap Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni saat membuka Bursa Inovasi Desa Cluster 2 di Taman Sokosewu, Kecamatan Sukorejo, Selasa (6/8/2019). Cluster 2 Bursa Inovasi Desa tahun 2019 Ponorog meliputi Kecamatan Sukorejo, Kauman, Badegan, Sampung dan Babadan.

Menurut Bupati Ipong, inovasi yang ada diharapkan mampu membawa manfaat bagi masyarakat di masing-masing desa. Tentu saja, lanjutnya, manfaat ini ujung-ujungnya adalah tumbuh kembangnya perekonomian desa. Hal ini akan membawa pengaruh positif bagi kesejahteraan warga. Dengan adanya peningkatan kesejahteraan warga berarti akan ada penurunan angka kemiskinan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur M Yasir yang turut menghadiri acara ini menyatakan, Bursa Inovasi Desa ini menjadi wahana untuk saling bertukar informasi antardesa di masing-masing kecamatan pada cluster-cluster yang telah ditentukan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Jatim M Yasir saat memberikan sambutan pada pembukaan Bursa Inovasi Desa CLuster 2 di Taman Sokosewu, Kecamatan Sukorejo, Selasa (6/8/2019)

“Harapannya, ide atau inovasi yang sudah dilakukan bisa direplikasi oleh desa lain,” ujar Yasir.

Dikatakannya, Bursa Inovasi Desa ini tidak lepas dari distribusi dana pembangunan ke desa dalam bentuk Dana Desa (DD. “Jadi dana untuk pembangunan sudah ada di desa, kewenangan ada di desa. Maka sekarang tinggal bagaimana desa berinovasi dan berkreasi. Inovasinya bisa di macam-macam bidang. Bisa wisata desa, potensi alam, sumber daya manusia, seni budaya dan sebagainya,” ulasnya.

Inovasi desa dalam mengelola potensi dan dana yang dimilikinya diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Senada dengan Bupati Ipong, peningkatan kesejahteraan akan mampu menekan tingkat kemiskinan yang ada.

“Dorongan kesejahteraan warga di desa diharapkan mampu menekan tingkat kemiskinan di pedesaan yang saat ini tercatat sekitar 14,4 persen. Angka ini dua kali lipat lebih daripada kemiskinan di perkotaan yang mencapai 6,5 persen. Sehingga, kreativitas dan inovasi dalam mengelola desa agar lebih cepat maju,” pungkasnya. (kominfo/dist)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *