DLH Respon Pencemaran Sungai di Wilayah Tajug

By on August 6, 2019 at 4:30 pm 0 204 Views

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ponorogo terima laporan dari masyarakat terkait pencemaran sungai yang berada diwilayah Tajug Kecamatan Siman. Menanggapi laporan tersebut, pihaknya langsung lakukan pengecekan secara faktual terkait perubahan warna air sungai menjadi hijau atau biru.

Kepala DLH Kabupaten Ponorogo Sapto Djatmiko mengatakan, sebelum dilakukan pengambilan sampling air, pihaknya menelusuri sungai terlebih dahulu guna pengecekan fakta lapangan. Hasilnya ditemukan tumpukan sampah yang terdiri dari pembalut dan diapers, selain itu juga menemukan beberapa pembuangan dari salah satu perusahaan yang menurutnya potensi mencemari sungai.

Tim Laboratorium Bersama Tim DLH lakukan pengecekan Faktuan dan Pengambilan Sampling Air

“Indikasi pencemaran itu ada dua, yaitu dari sisi bau dan warna. Sebelum mengambil sampling air, kita telusuri dulu secara fakta lapangan dan hasilnya kami kami temukan tumpukan sampah yang terdiri dari pembalut dan diapers, kita juga menemukan beberapa pembuangan dari salah satu perusahaan yang menurut kami potensi mencemari sungai.” ungkap Sapto. Selasa, (6/8/2019)

Setelah dilakukan penelusuran, pihaknya langsung mengambil sampling air untuk dilakukan uji laboratorium di Surabaya. karena itu pihaknya belum bisa menyimpulkan secara langsung, sebelum hasil laboratorium keluar minimal 2 minggu dari pengambilan sampling air.

“Kami datangkan dari Surabaya untuk lakukan pengecekan dan uji lab, jadi kami belum bisa menyimpulkan sebelum keluar hasil labnya minimal 2 minggu,” imbuhnya.

Selama menunggu hasil lab, Sapto Juga menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi kepada perusahan untuk memperbaiki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan pembuangannya. Jika nanti terbukti pencemaran sungai itu berasal dari air limbah pihaknya akan memberi peringatan untuk memperbaiki IPAL perusahaan  tersebut.

“Kalau ada kepastian pencemaran ada hasil labnya sumbernya disitu, ya nanti kita peringatkan untuk memperbaiki ipalnya,
minimal 2 minggu hasil labnya keluar,” pungkasnya. (Kominfo/fdl)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *