Penyembelihan Kurban Diharap Tetap Jaga Kesejahteraan Hewan

By on August 9, 2019 at 4:57 pm 0 55 Views

HAK hewan untuk mendapatkan perlakuan yang baik meski dijadikan hewan kurban ternyata tetap harus dijaga. Hal ini sebagai bagian dari hak kesehatan dan kesejahteraan hewan (kesrawan) atau secara internasional disebut sebagai animal welfare.

Kasi Kesehatan Hewan, Bidang Perikanan dan Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Ponorogo Siti Barokah, Jumat (9/8/2019) mengatakan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat masyarakat melakukan penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1440 H nanti. Salah satunya adalah soal kesrawan dan higienitas daging setelah disembelih.

Stok sapi Ponorogo dinyatakan melimpah dan mampu mencukupi kebutuhan Ponorogo sendiri. Tampak salah satu armada truk saat mengikat sapi pada bak sebelum berangkat ke tempat pemesan sapi-sapi tersebut.

“Kalau sisi syariat (Islam) tentu petugas yang menyembelih di masing-masing lokasi sudah mengetahuinya. Nah, yang di luar syariat lebih baik diperhatikan,” ungkapnya.

Hal tersebut antara lain, kata Siti Barokah, adalah penyediaan lahan yang cukup lapang untuk hewan kurban. Lahan itu memungkinkan pemisahan antara hewan yang disembelih dan yang sedang menunggu giliran untuk disembelih.

“Hewan yang melihat hewan lain disembelih bisa mengalami stres. Ini bisa mempengaruhi kualitas daging. Ya bisa jadi lebih alot dan gizinya berkurang,” ulasnya. Penampungan darah juga disarankan cukup baik. Berupa lubang yang cukup dalam sehingga nantinya bisa ditutup kembali dengan baik.

Kemudian, imbuh Siti lagi, setelah disembelih hewan harus dipastikan telah mati secara sempurna. “Kalau masih ada gerakan di mata, itu artinya belum mati sempurna. Mungkin bisa ditunggu beberapa saat sebelum langkah selanjutnya seperti dikuliti atau dipotongi. Pastikan juga darahnya sudah berhenti dan tidak menetes lagi. Disarankan digantung dengan kepala di bawah,” ulasnya.

Pada saat melakukan pemotongan menjadi bagian-bagian kecil, harus diawali dengan pemeriksaan atas kondisi daging hewan saat masih utuh. Terutama untuk melihat apakah ada bagian yang rusak atau ada cacingnya.

“Kalau ada cacing di jeroan misalnya, ya jeroannya saja disingkirkan, lainnya bisa dipakai. Atau bagian lain ada cacingnya, ya bagian itu saja yang dihilangkan,” jelasnya.

Kebersihan alas dan alat saat melakukan pemotongan daging juga harus diperhatikan. “Jangan sampai kena debu. Jangan sampai dikerubungi lalat. Jangan pakai plastik sebagai wadah. Kalau terpaksa pakailah plastik bening,” pungkasnya. (kominfo/dist).

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *