Encek, Solusi Wadah Daging Kurban Murah dan Ramah Lingkungan

By on August 11, 2019 at 7:45 pm 0 145 Views

Terkait himbauan Pemerintah terkait pelarangan penggunaan plastik kresek dalam mewadahi daging kurban, membuat panitia kurban beralih menggunakan bahan ramah lingkungan yang mudah terurai.

Seperti yang dilakukan panitia kurban di Desa Bringinan, Kecamatan Jambon ini, panitia kurban bersama masyarakat bergotong-royong membuat wadah daging kurban dari limbah pelepah pisang dan diberi rangka dari bambu yang biasa disebut encek.

Encek,solusi wadah daging kurban murah nan ramah lingkungan

Barno, Kepala Desa Bringinan mengatakan pihaknya bersama masyarakat sempat kebingungan mencari solusi pengganti plastik kresek untuk wadah daging kurban. Awalnya akan menggunakan besek bambu, karena melihat harga besek bambu antara tiga ribu rupiah perbiji. Pihaknya berfikir ulang untuk menggunakan bahan lain yang ramah lingkungan dan tentunya murah.

Barno,kepala desa Bringinan Kec.Jambon saat memperlihatkan wadah encek buatan warga desanya.

“Sempat akan beralih ke besek bambu, melihat harganya kami lantas berfikir ulang, dan melihat potensi limbah pelepah pisang dan bambu yang melipah di Bringinan, akhirnya kami menggunakan encek sebagai wadah daging kurban,” ungkapnya. Minggu (11/8/2019).

Dalam membuatnnya Barno juga menjelaskan tak perlu waktu yang lama, yakni antara lima hingga sepuluh menit saja. Mulanya pelepah pisang dikupas dan selanjutnya dibentuk menjadi segi empat, baru bambu yang sudah diiris tipis dan kecil ini diikatkan diujung pelepah pisang. Selain itu bagian bawah pelepah pisang juga diberi potongan bambu yang nantinya dijadikan alas untuk menaruh daging kurban yang akan dibagikan ke masyarakat.

“Kami memanfaatkan limbah pelepah pisang yang ada di Bringinan, dan ini tak perlu biaya sama sekali, semua masyarakat gotong royong untuk membuatnya, kita manfaatkan potensi yang ada di desa,”jelasnya.

Satu buah limbah pelepah pohon pisang bisa menghasilkan 100 hingga 150 encek tempat untuk wadah daging kurban. (kominfo/fdl)

  Umum
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *